Advertisement
Iran Mulai Pulihkan Internet Bertahap Usai Kerusuhan Besar
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Iran bersiap mengaktifkan kembali layanan komunikasi dan internet setelah pembatasan panjang yang diberlakukan selama protes ekonomi sejak akhir bulan lalu, sebagaimana disampaikan kantor berita Fars pada Sabtu (17/1/2026).
Otoritas keamanan disebut mengambil langkah pemulihan ini setelah menilai situasi sudah terkendali dan sejumlah figur yang dianggap sebagai bagian dari “organisasi teror” berhasil diamankan. Pejabat tersebut juga menyebut bahwa pemutusan akses internet sebelumnya dianggap mampu menekan jaringan oposisi di luar negeri dan menghambat aktivitas yang dikategorikan sebagai sel teror.
Advertisement
Rencana pemulihan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap awal mencakup pengaktifan kembali layanan pesan singkat (SMS), disusul pemulihan internet nasional dan aplikasi buatan dalam negeri pada tahap berikutnya. Tahap terakhir adalah pembukaan akses menuju jaringan internet internasional. Sumber dalam negeri menyampaikan bahwa aplikasi pesan lokal seperti “Eita” dan “Bale” sudah kembali berjalan normal setelah sempat mengalami gangguan.
Pembatasan komunikasi tersebut diberlakukan sejak unjuk rasa akibat tekanan ekonomi berubah menjadi kerusuhan pada 8 Januari. Di sisi lain, pejabat setempat tetap menegaskan bahwa pemerintah Iran mengklaim memahami kewajiban HAM terhadap warga dan menyebut telah berupaya menahan diri, sembari memastikan keamanan publik dan ketertiban nasional tetap terjaga.
BACA JUGA
Di luar pernyataan resmi pemerintah, layanan pemantau internet NetBlocks melaporkan adanya kenaikan kecil pada konektivitas internet di Iran pada Sabtu pagi. Meski demikian, tingkat konektivitas yang terukur baru sekitar 2 persen dari kondisi normal dan belum menunjukkan tanda pemulihan berarti, seperti disampaikan melalui akun resmi mereka di platform X.
Hingga kini pemerintah Iran belum mengumumkan jumlah korban tewas secara resmi, sementara sebuah lembaga HAM berbasis Amerika Serikat mengungkapkan bahwa angka korban mencapai 3.090 jiwa, dengan 2.055 orang terluka serta 22.123 orang ditangkap di berbagai wilayah sejak kerusuhan itu merebak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- China Desak Hentikan Operasi Militer Usai Penutupan Selat Hormuz
- Pemerintah Siapkan Skenario Jaga Ketahanan Energi di Tengah Konflik
- Pebalap Astra Honda Tembus Podium di Seri Moto4 Asia Cup Buriram
- Arab Saudi Larang Impor Unggas RI, Ini Alasannya
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp100.000 di Jogja
- Mudik 2026, Tol Bawen-Jogja Jadi Jalur Alternatif
- 5 Makanan Bergizi Ini Punya Kandungan Setara Suplemen Vitamin D
Advertisement
Advertisement








