Advertisement
Kemenhaj Terapkan Diklat Semimiliter Petugas Haji
Jemaah haji / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Haji dan Umrah menerapkan pendidikan dan pelatihan semimiliter bagi petugas haji 2026 untuk membentuk budaya kerja disiplin dan solid dalam pelayanan jamaah.
Pelatihan ini menjadi terobosan baru dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Petugas haji digembleng dengan metode pembinaan karakter yang menitikberatkan pada kedisiplinan, kekompakan tim, serta ketahanan mental menghadapi beban kerja di Arab Saudi.
Advertisement
Meski berkonsep semimiliter, Kemenhaj memastikan pelatihan tidak mengesampingkan aspek keilmuan. Petugas tetap mendapatkan materi manasik haji, komunikasi pelayanan, dan tata kelola perhajian sebagai bekal utama saat bertugas mendampingi jamaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan ada transformasi persepsi yang signifikan dari para peserta setelah sepekan ditempa oleh personel dari TNI dan Polri.
Ia mengakui bahwa sebelumnya pada minggu pertama, banyak peserta yang merasa skeptis bahkan mencibir metode pelatihan yang dianggap tidak relevan.
"Di awalnya mereka itu mencibir, mungkin wartawan juga begitu. Berpikir ini militerisme, ngapain sih Kementerian Haji dan Umrah semimiliter? Tapi faktanya, setelah satu minggu mereka lalui, yang mereka temukan justru kegembiraan," ujarnya.
Kemenhaj melakukan terobosan baru dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para calon petugas haji menjalani pelatihan dengan metode semimiliter yang ketat.
Dahnil menegaskan bahwa metode tersebut bukan bertujuan untuk menanamkan militerisme, melainkan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, dan kegembiraan di antara para petugas.
Ia menekankan istilah military phobia atau ketakutan berlebih terhadap hal-hal berbau militer harus dihilangkan. Menurutnya, ada nilai-nilai positif dari komunitas militer, seperti kedisiplinan dan struktur komando yang rapi, yang perlu diadopsi untuk diterapkan dalam manajemen pelayanan publik. Ia memastikan bahwa pelatihan ini terukur dan seimbang.
"Yang menakutkan yang mereka bayangkan itu tidak mereka temukan. Yang ditemukan adalah kedisiplinan dan kekompakan. Jadi, jangan sampai ada military phobia. Ini adalah simbolisasi manusia terbuka," kata Dahnil.
Meskipun fisik calon petugas haji digembleng melalui lari berjenjang mulai dari 5 kilometer hingga 7 kilometer, Dahnil memastikan aspek intelektual dan spiritual tidak dikesampingkan. Pelatihan fisik hanyalah satu bagian dari kurikulum. Setiap pagi, siang, dan malam, para calon petugas tetap menerima materi intensif mengenai bahasa Arab, fikih haji, dan manajemen perhajian. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci.
Hasil dari pelatihan satu minggu ini dinilai sangat memuaskan. Dahnil menyatakan tidak ada keraguan sedikitpun terhadap kemampuan para peserta. Ia melihat optimisme bahwa angkatan ini akan sangat membantu tugas penyelenggaraan haji di Arab Saudi nanti.
"Progresnya terlihat kompak, disiplin, gembira. Kalau tidak gembira, tidak akan muncul keikhlasan untuk melayani jamaah haji. Ini adalah kali pertama petugas digembleng seserius ini," ujar Dahnil.
Dengan metode tersebut, diharapkan para petugas tidak hanya siap secara pengetahuan manasik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan fisik yang prima untuk menghadapi tantangan berat di Tanah Suci.
Melalui penerapan diklat semimiliter, Kementerian Haji dan Umrah menargetkan peningkatan kualitas layanan haji yang lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Banyuraden Sleman Raih Peringkat II Kalurahan Terbaik Nasional
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Trump Klaim Dewan Perdamaian Gaza Terbesar Sepanjang Sejarah
- Pos Indonesia Percepat Kiriman PMI lewat Layanan Kargo Baru
- Konsumsi BBM Subsidi di DIY Turun, LPG 3 Kilogram Naik
- Smartfren Merespons Gugatan Kuota Hangus di Mahkamah Konstitusi
- Pemilihan Lurah Natah Gunungkidul Digelar Februari, Bujet Rp20 Juta
- Hormon Rendah pada Remaja Bisa Ganggu Pubertas dan Kesuburan
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Advertisement




