Advertisement
Banjir Rendam 25 Desa di Kudus, Lebih 48 Ribu Warga Terdampak
Seorang warga Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tampak duduk di kursi di depan rumahnya yang tergenang banjir. Meskipun demikian, yang bersangkutan belum juga mengungsi. ANTARA - Akhmad Nazaruddin Lathif
Advertisement
Harianjogja.com, KUDUS—Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak awal pekan memicu meluasnya banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Puluhan desa terendam, ribuan rumah tergenang, dan akses jalan utama terganggu, menandai kondisi darurat hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sedikitnya 25 desa terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi sejak Senin (12/1/2026). Banjir merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan dengan ketinggian air yang bervariasi.
Advertisement
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan desa-desa terdampak tersebar di enam kecamatan, yakni Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati.
“Puluhan desa terdampak banjir akibat curah hujan tinggi sejak Senin tersebar di enam kecamatan tersebut,” ujar Eko di Kudus, Rabu (14/1/2026).
BACA JUGA
Secara rinci, Kecamatan Mejobo terdampak di 10 desa, Kecamatan Jekulo lima desa, Bae satu desa, Kaliwungu tiga desa, Undaan dua desa, dan Jati empat desa.
Jumlah warga terdampak cuaca ekstrem akibat hujan dengan intensitas sangat tinggi mencapai 15.237 kepala keluarga atau 48.193 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kudus.
Eko menjelaskan banjir terjadi akibat meluapnya debit sungai yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi sehingga air menggenangi kawasan permukiman.
Dampak banjir juga menjalar ke akses transportasi utama. Ruas Jalan Lingkar Kudus–Pati terdampak di tiga titik, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, dan Jembatan Hadipolo. Sejak Minggu (11/1/2026), air merendam badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat hingga memicu antrean kendaraan panjang.
Pada Rabu (14/1/2026), jumlah desa terdampak bertambah. Sejumlah rumah yang sebelumnya belum tergenang mulai terendam, sehingga menambah jumlah warga yang harus mengungsi.
Hingga Rabu siang, BPBD mencatat jumlah pengungsi sebanyak 164 jiwa, terdiri atas 46 laki-laki dan 118 perempuan. Lokasi pengungsian tersedia di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor serta MI Hidayatus Shibyan.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, dapur umum dibuka di tujuh titik, yakni MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jojo, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, dan Balai Desa Karangrowo.
Selain banjir, Kabupaten Kudus juga dilanda bencana tanah longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Bae pada dua lokasi, Kecamatan Gebog di 38 titik, serta Kecamatan Dawe di 92 titik, baik skala kecil maupun besar.
Pohon tumbang turut terjadi di berbagai wilayah. BPBD Kudus terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat karena kejadian pohon tumbang tersebar di banyak lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
- Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kesepian Dinilai Melukai Otak seperti Nyeri Fisik, Ini Dampaknya
- Longsor Terjang Jumapolo-Jatiyoso, Akses Jalan Sempat Terputus
- DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
- Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina
- Bus DAMRI Karimunjawa Resmi Beroperasi, Tarif Rp7.000
- Putri KW Lolos 16 Besar India Open 2026 Usai Kalahkan Li
- Hujan Angin Terjang Bantul, Puluhan Pohon Tumbang di 8 Wilayah
Advertisement
Advertisement





