Advertisement

Petugas Haji Diingatkan Disiplin, Menhaj: Anda Wakil Negara

Newswire
Rabu, 14 Januari 2026 - 12:47 WIB
Maya Herawati
Petugas Haji Diingatkan Disiplin, Menhaj: Anda Wakil Negara Jemaah haji / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Tingginya ekspektasi jamaah terhadap layanan ibadah haji membuat peran petugas menjadi penentu keberhasilan penyelenggaraan. Ketidaksiapan, kelalaian, atau sikap abai di lapangan berpotensi mencoreng nama baik negara di mata dunia.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan para calon petugas haji yang tengah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, agar tidak main-main dalam menjalankan tugas melayani jamaah.

Advertisement

Dalam apel pagi yang berlangsung khidmat itu, ia menegaskan bahwa reputasi Indonesia dipertaruhkan di tangan para petugas.

“Keberhasilan Anda melayani jamaah adalah 60 persen dari keberhasilan kami. Namun ingat, kegagalan bapak ibu sekalian, 100 persen menjadi sebab kegagalan kami,” ujar Menhaj di hadapan sekitar 1.600 peserta dari unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga jurnalis, Rabu (14/1/2026).

Tahun 2026 menjadi fase krusial karena untuk pertama kalinya Kementerian Haji dan Umrah memegang kendali penuh penyelenggaraan haji Indonesia secara mandiri. Karena itu, Menhaj menekankan bahwa para peserta diklat merupakan sosok terpilih yang berhasil menyisihkan lebih dari 100.000 pendaftar melalui proses seleksi ketat akhir 2025.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa disiplin waktu adalah harga mati. Ia tidak ingin lagi menerima laporan adanya petugas yang bersikap acuh terhadap kondisi jamaah saat bertugas di Arab Saudi.

“Negara harus hadir dalam setiap situasi jamaah. Anda adalah wakil negara,” katanya.

Peringatan tersebut selaras dengan evaluasi penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, ketika kedisiplinan petugas di sektor krusial seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kerap menjadi sorotan.

Pada proses seleksi petugas haji Desember 2025, sistem Computer Assisted Test (CAT) serta wawancara psikologi diperketat untuk menyaring petugas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas pelayanan yang kuat.

Tahun ini, rasio jumlah petugas dibanding jamaah juga sedikit ditingkatkan agar respons di lapangan lebih cepat dan pelayanan kepada jamaah semakin optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Sektor Perikanan Sleman Bergairah, Benih Ikan Jadi Andalan

Sektor Perikanan Sleman Bergairah, Benih Ikan Jadi Andalan

Sleman
| Rabu, 14 Januari 2026, 15:27 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement