Advertisement

Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB, Satu Tewas

Newswire
Rabu, 14 Januari 2026 - 01:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB, Satu Tewas Air merendam pemukiman warga di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (13/1/2026). ANTARA - BPBD NTB.

Advertisement

Harianjogja.com, MATARAM—Sejumlah desa di empat kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) diterjang banjir dan angin kencang pada Selasa (13/1/2026).

Data Pusdalops-PB BPBD NTB mencatat bencana terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Dompu, dan Bima.

Advertisement

Di Lombok Tengah, banjir melanda dua desa di Kecamatan Praya Barat Daya, yakni Desa Montong Ajang dan Desa Kabul. “Banjir terjadi pukul 19.30 Wita akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung lama di wilayah itu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, di Mataram.

Dampak bencana masih dalam proses pendataan, dan banjir masih menggenangi permukiman warga.

Di Lombok Barat, banjir juga menerjang Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong. Banjir berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 19.00 Wita akibat hujan lebat disertai angin kencang sehingga menyebabkan sungai meluap.

Sebanyak 570 kepala keluarga (KK) atau 1.711 jiwa di Desa Persiapan Pengantap terdampak banjir. Sementara di Desa Persiapan Blongas, seorang warga bernama Nurinah (69) dilaporkan meninggal dunia.

“Yang dibutuhkan saat ini terpal, matras, makanan siap saji, dan perlengkapan bayi. Sebagian titik sudah mulai surut,” kata Sadimin.

Di Kabupaten Dompu, angin kencang melanda Desa Lasi, Kecamatan Kilo, pada pukul 10.30 Wita. Satu unit rumah milik Anggraini di Dusun Nambosolo rusak ringan. Selain itu, satu lapak milik Fitri Mairos rusak berat, dua ekor kambing milik Suhardin Musa mati, serta satu motor milik Kamiruddin mengalami kerusakan berat.

“Kebutuhan mendesak saat ini terpal untuk menutupi atap sementara. Kondisi sudah kondusif,” ujarnya.

Di Kabupaten Bima, angin kencang terjadi pukul 10.00–11.20 Wita dan menimpa delapan desa: Tawali, Sangiang, Ntoke, Oi Tui, Wora (Kecamatan Wera), serta Mawu, Rasabou, dan Kawinda Na’e di Kecamatan Tambora.

Di Desa Tawali, enam KK terdampak dengan enam rumah rusak (tiga rusak sedang, tiga rusak berat). Kerugian ditaksir Rp5 juta. Desa Sangiang mencatat satu KK terdampak dengan kerugian sekitar Rp20 juta.

Di Desa Ntoke, satu mobil tertimpa pohon, sementara di Desa Oi Tui satu garasi rusak. Di Desa Wora, pohon tumbang menghambat arus lalu lintas Bima–Wera.

Tim BPBD bersama TNI/Polri, aparat desa, dan masyarakat terus melakukan penanganan di lapangan. Masyarakat NTB diimbau meningkatkan kewaspadaan memasuki puncak musim hujan.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi tiba-tiba,” tutur Sadimin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

KNMP Poncosari Hampir Rampung, Nelayan Bantul Sumringah

KNMP Poncosari Hampir Rampung, Nelayan Bantul Sumringah

Bantul
| Selasa, 13 Januari 2026, 23:57 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement