Advertisement
Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Kim Jong Un merombak pejabat keamanan pribadinya di tengah kekhawatiran ancaman pembunuhan, menyusul keterlibatan Korea Utara dalam konflik Rusia-Ukraina.
Kementerian Unifikasi Seoul mengonfirmasi bahwa tiga badan keamanan negara Pyongyang kini dipimpin oleh wajah baru. Analis dari Institut Unifikasi Nasional Korea, Hong Min, menilai perubahan pola pengawalan ini terdeteksi sejak Oktober 2024, tepat saat Korea Utara mengerahkan pasukannya untuk membantu Rusia di Ukraina.
Advertisement
"Dia mungkin menilai ada kemungkinan upaya pembunuhan yang melibatkan pihak Ukraina seiring meningkatnya sorotan internasional atas pengerahan pasukan tersebut," ujar Hong Min, dikutip dari AFP, Selasa (13/1/2026).
Fokus pada Ancaman Drone dan Gangguan Elektronik
BACA JUGA
Menanggapi risiko serangan modern, badan intelijen Seoul melaporkan bahwa Kim Jong Un telah meningkatkan protokol pengamanan melalui:
- Teknologi Anti-Drone: Pengadaan alat pendeteksi pesawat tak berawak.
- Gangguan Komunikasi: Penggunaan peralatan untuk memblokir sinyal elektronik di sekitar lokasi Kim.
Peningkatan keamanan ini juga terlihat saat Kim melakukan inspeksi strategis, termasuk pemeriksaan kapal selam bertenaga nuklir, yang sering kali didampingi oleh putrinya, Ju Ae—sosok yang diprediksi sebagai calon pewaris takhta.
Ketakutan Pyongyang diyakini semakin memuncak pasca-operasi Amerika Serikat yang berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bulan ini. Operasi militer AS tersebut dianggap sebagai "skenario mimpi buruk" bagi Kim Jong Un.
Sebagai bentuk respons sekaligus gertakan, hanya sehari setelah penangkapan Maduro, Korea Utara langsung meluncurkan rudal hipersonik. Kim menyebut latihan tersebut sebagai langkah krusial untuk memperkuat pencegahan nuklir dari ancaman serangan serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
Advertisement
Musim Hujan Rawan Leptospirosis, 13 Warga Bantul Meninggal di 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Broken Strings, Pengakuan Aurelie Moeremans Soal Grooming
- Jejak Diduga Macan Gegerkan Semanu, Muncul 2 Kali dalam 10 Hari
- Linghui, Sub-Merek BYD untuk Armada Taksi Listrik dan PHEV
- Trump Unggah Gambar Presiden Sementara Venezuela di Truth Social
- Titik Terang Relokasi SDN Nglarang, Bangunan Baru Segera Dibangun
- Child Grooming: Modus Terselubung Mengancam Anak dan Cara Mengatasinya
- Jembatan Sentolo-Nanggulan Ambles, Pemkab Bangun Jembatan Darurat
Advertisement
Advertisement




