Advertisement

Pemerintah Rencanakan Renovasi 60.000 Sekolah Tahun Ini

Newswire
Senin, 12 Januari 2026 - 16:27 WIB
Maya Herawati
Pemerintah Rencanakan Renovasi 60.000 Sekolah Tahun Ini Ilustrasi gedung sekolah rusak / JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan renovasi minimal 60.000 bangunan sekolah pada 2026 sembari memperluas pembangunan Sekolah Rakyat sebagai strategi memutus mata rantai kemiskinan dan memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Pemerintah, kata dia, juga menargetkan renovasi sedikitnya 60.000 bangunan sekolah pada 2026.

Selain perbaikan fisik, pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan guru serta melengkapi sekolah dengan sarana pembelajaran modern. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pengiriman papan tulis interaktif atau interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah di berbagai daerah.

"Di awal ide Sekolah Rakyat ini banyak pihak yang menyangsikan, tetapi kita terus berupaya, karena kita meyakini di satu sisi, sekolah-sekolah yang normal terus kita perbaiki. Tahun ini, kita targetkan akan kita renovasi minimal 60.000 sekolah," kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

"Guru-guru juga terus kita perbaiki (kesejahteraannya, red.). Fasilitas pembelajaran juga terus kita perbaiki, salah satunya dengan kita membagikan interactive (flat) panel ke seluruh sekolah," sambung Prasetyo.

Pras, sapaan akrab Prasetyo, menambahkan, sepanjang 2025 pemerintah telah menyalurkan papan tulis pintar tersebut ke 288.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.

Terkait pembangunan Sekolah Rakyat, Pras menegaskan program ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan.

"Kita harus berpikir berani, dan berpikir out of the box untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kita tidak bisa menunggu. Oleh karena itulah kita memberanikan diri untuk mewujudkan Sekolah Rakyat ini. Dan, hari ini, di Banjarbaru, kita memanfaatkan fasilitas dari Kementerian Sosial yang kita miliki, yang sekarang sudah bisa operasional di 166 sekolah," kata Pras.

Ia melanjutkan, pada 2026 pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 104 lokasi baru.

"Mohon doa restunya, supaya kita di tahun ini akan membangun di 104 titik, Sekolah Rakyat yang ideal supaya proses pembangunan lancar, dan akan menampung lebih banyak lagi adik-adik kita yang bisa mengenyam pendidikan," ujar Pras.

Di Banjarbaru, Senin pagi, Prasetyo Hadi mendampingi Presiden Prabowo meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 yang menempati bangunan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial RI. Presiden Prabowo, usai berkeliling meninjau fasilitas Sekolah Rakyat dan menemui para murid, kemudian meresmikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 166 Sekolah Rakyat tersebut telah menampung sekitar 15.000 murid dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA. Program ini diharapkan menjadi pengungkit pemerataan akses pendidikan sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia.

Kebijakan renovasi 60.000 sekolah dan perluasan Sekolah Rakyat ini menegaskan komitmen pemerintah membangun pendidikan inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Depok hingga Gamping Terdampak Angin Kencang Sleman

Depok hingga Gamping Terdampak Angin Kencang Sleman

Sleman
| Senin, 12 Januari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement