Advertisement

Ribuan Demonstran di New York Protes Kebijakan Trump soal Venezuela

Maya Herawati
Senin, 12 Januari 2026 - 14:17 WIB
Maya Herawati
Ribuan Demonstran di New York Protes Kebijakan Trump soal Venezuela Foto ilustrasi demonstrasi. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, NEW YORK—Ribuan orang turun ke jalanan New York untuk menyuarakan protes terhadap kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait operasi militer di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro serta istrinya, Cilia Flores.

Aksi berlangsung sepanjang Fifth Avenue, di dekat Trump Tower, tempat para demonstran membawa berbagai spanduk kritis terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) serta kebijakan luar negeri Washington.

Advertisement

Para peserta pawai membawa poster dan meneriakkan slogan-slogan seperti “Tidak ada raja”, “Tidak ada ICE”, dan “Tidak ada perang!”, sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang mereka nilai sebagai tindaakan agresif yang dilakukan pemerintahan Trump baru-baru ini. Aksi ini berlangsung dengan damai, bahkan hingga pukul 14.30 waktu setempat tanpa intervensi polisi yang mencolok.

Pekan lalu, pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melakukan serangan militer berskala besar di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, kemudian membawa mereka ke New York untuk diadili atas dakwaan “narkoterorisme” yang didakwa memunculkan ancaman, termasuk bagi keamanan AS.

Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan dihadapkan pada proses hukum di Amerika Serikat, setelah operasi militer yang disebut melibatkan serangan udara dan pasukan khusus. Penangkapan ini memicu reaksi keras dari sejumlah negara yang menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan nasional Venezuela.

Dalam upaya menjaga kelangsungan pemerintahan Venezuela, Mahkamah Agung Venezuela sempat menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang kemudian dilantik sebagai presiden sementara oleh Majelis Nasional pada 5 Januari 2026.

Berbagai reaksi internasional muncul dari peristiwa ini. Rusia, China, dan Korea Utara mengecam tindakan AS dan menyerukan pembebasan Maduro serta Flores, seraya mengutuk intervensi militer yang dinilai menyalahi hukum internasional. Beberapa negara lain juga menyatakan keprihatinan terkait eskalasi ketegangan regional yang terjadi pascainsiden tersebut.

Para demonstran di New York menyuarakan pandangan bahwa kebijakan luar negeri AS yang agresif justru memperburuk hubungan internasional dan merugikan rakyat, termasuk imigran dan komunitas internasional di Amerika Serikat sendiri.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : CBS News, Alzajeera, Sputnik, Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pemkab Bantul Naikkan Anggaran KB Pria Jadi Rp50 Juta

Pemkab Bantul Naikkan Anggaran KB Pria Jadi Rp50 Juta

Bantul
| Senin, 12 Januari 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement