Advertisement
SPPG Karyasari Klarifikasi MBG Pakai Plastik di Pandeglang
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI
Advertisement
Harianjogja.com, PANDEGLANG—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, memberikan klarifikasi terkait beredarnya video distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menampilkan makanan dibagikan menggunakan kantong plastik, tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (8/1/2026) saat SPPG Karyasari mendistribusikan menu MBG bagi kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan makanan awalnya telah dikemas menggunakan ompreng sesuai ketentuan BGN.
Advertisement
Namun setibanya di lokasi, salah satu kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke kantong plastik tanpa koordinasi dengan petugas SPPG. Tindakan spontan tersebut dilakukan di lapangan dan tidak sesuai dengan SOP penyajian Program MBG yang menekankan aspek keamanan pangan dan kualitas gizi.
Dimas menegaskan pemindahan makanan dilakukan sepenuhnya atas inisiatif kader posyandu setempat. Setelah makanan dibagikan kepada penerima manfaat kelompok 3B, ompreng dikembalikan kepada sopir dalam kondisi kosong.
BACA JUGA
Pihak SPPG baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya setelah video potongan distribusi MBG beredar luas di media sosial. Menyikapi hal itu, SPPG langsung mengundang para kader posyandu untuk klarifikasi pada Jumat (9/1/2026).
Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Lusi, menyampaikan pemindahan makanan ke plastik dilakukan semata-mata untuk menghindari risiko kontaminasi air hujan. Ia menegaskan kondisi makanan tetap layak konsumsi dan tidak mengalami kerusakan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional kembali menekankan bahwa seluruh tahapan distribusi MBG wajib mengikuti SOP, termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah resmi, demi menjamin standar keamanan pangan nasional.
BGN berharap kejadian serupa tidak terulang dan seluruh pemangku kepentingan di daerah memahami pentingnya kepatuhan terhadap SOP Program Makan Bergizi Gratis agar tujuan peningkatan gizi ibu dan anak dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo Jogja, Minggu 11 Januari 2026
- Strategi BYD Bertahan lewat Inovasi Meski Teknologi Ditiru
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY, Minggu 11 Januari 2026
- Penembakan Massal di Mississippi: 6 Tewas di Tiga Lokasi Berbeda
- Jadwal KA Prameks, Minggu 11 Januari 2026
- Final Piala Super Spanyol, Xabi Alonso Pantau Mbappe
- Top Ten News Harianjogja.com,Minggu 11 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




