Advertisement

Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber

Jumali
Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27 WIB
Jumali
Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber Ekstradisi Chen Zhi dari Kamboja - AFP

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ekstradisi Chen Zhi dari Kamboja menandai eskalasi serius China dalam membongkar jaringan penipuan siber Asia Tenggara yang selama ini terlindungi kepentingan politik dan ekonomi.

Ekstradisi Chen Zhi menjadi sorotan internasional setelah Kementerian Keamanan Publik China merilis video pada Kamis (8/1/2026). Penangkapan ini merupakan buah dari investigasi bersama Beijing dan Phnom Penh selama berbulan-bulan.

Advertisement

Analis dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime, Jason Tower kepada AFP menyebut penangkapan ini adalah hasil tekanan diplomatik tertutup China. Beijing dikabarkan enggan jika Chen Zhi jatuh ke tangan hukum Amerika Serikat, mengingat sensitivitas politik dan hubungan sang taipan dengan sejumlah pejabat.

Industri penipuan siber di Asia Tenggara, khususnya di Kamboja dan Myanmar, dinilai sulit diberantas karena faktor-faktor berikut:

- Dukungan Internal: Peneliti Harvard University, Jacob Sims kepada AFP menyebut banyak kompleks penipuan beroperasi dengan dukungan kuat oknum otoritas setempat.

- Jaringan Luas: Beijing telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi 100 buronan lain yang diduga sebagai penyandang dana utama industri ini.

- Hukuman Mati: Sebagai peringatan, China sebelumnya telah menjatuhkan vonis mati terhadap belasan anggota geng penipuan di Myanmar utara.

Kasus ini juga mengungkap sisi gelap spionase. She Zhijiang, bos penipuan lain yang kini mendekam di penjara, mengaku pernah menjadi mata-mata intelijen Beijing sebelum akhirnya ditinggalkan. Ia memohon untuk diadili di AS karena mengkhawatirkan transparansi sistem hukum di China.

Mantan Duta Besar Kamboja, Pou Sothirak, menilai keterbatasan sistem peradilan yang tertutup di China mungkin akan menghalangi terungkapnya skema penipuan siber ini secara utuh. Namun, langkah tegas Beijing di awal 2026 ini menunjukkan komitmen untuk membersihkan citra negatif akibat maraknya pekerja migran yang terjebak dalam perbudakan siber di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dinkes Kulonprogo: Belum Ada Temuan Kasus Super Flu

Dinkes Kulonprogo: Belum Ada Temuan Kasus Super Flu

Kulonprogo
| Minggu, 11 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement