Advertisement
Pakar UI Usul Polri Punya Dua Wakapolri, Ini Alasannya
Ilustrasi mobil patroli polisi. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar kriminologi Universitas Indonesia, Profesor Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, mengusulkan struktur baru di tubuh Polri dengan menghadirkan dua jabatan Wakapolri. Usulan itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Adrianus menilai pembagian kewenangan Wakapolri untuk menangani wilayah barat dan wilayah timur akan membuat rentang kendali organisasi lebih pendek. Dengan demikian, proses pengawasan dinilai bisa berjalan lebih efektif.
Advertisement
“Saya mengusulkan, misalnya Polri wilayah timur ada Wakapolri A, wilayah barat ada Wakapolri B,” ujarnya.
Menurut dia, pembagian tersebut memungkinkan pimpinan tertinggi Polri lebih cepat memantau potensi penyimpangan di lapangan. Dengan dua Wakapolri, gejala penyimpangan yang sebelumnya tidak terdeteksi di tingkat pusat akan lebih mudah terlihat dan segera ditangani.
BACA JUGA
“Kalau Kapolri dan Wakapolri hanya satu, ada banyak hal yang sulit terpantau. Dengan dua Wakapolri, pengawasan bisa lebih cepat dan menyeluruh,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan pihaknya akan mendalami lebih jauh usulan tersebut. Ia menegaskan Komisi III juga akan terus membuka ruang bagi para pakar untuk memberikan masukan dalam agenda reformasi sektor penegakan hukum.
“Akan ada lebih banyak ahli yang kami hadirkan. Tidak hanya reformasi kepolisian, tapi juga kejaksaan dan pengadilan,” ujarnya.
Komisi III sendiri telah membentuk panitia kerja (panja) yang bertugas merumuskan langkah percepatan reformasi kelembagaan di tiga institusi penegak hukum: Polri, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung. Panja tersebut akan memanggil pimpinan masing-masing lembaga, mulai Kapolri hingga Jaksa Agung.
Langkah reformasi dinilai mendesak untuk memastikan penataan kelembagaan benar-benar berjalan dan tindak lanjutnya terukur.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Tekan Stunting di Bantul, Edukasi Remaja Jadi Fokus Utama
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton
- Insentif Guru Swasta Terancam, DPRD DIY Siapkan Skema
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Dari Malioboro, Beny Bangun Usaha Kain Perca di Kulonprogo
- Libur Nataru 2025/2026, Wisata Sleman Putar Rp362 Miliar
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 9 Januari 2026
- PSG Juara Piala Super Prancis 2025 Usai Kalahkan Marseille
Advertisement
Advertisement



