Advertisement
Kebijakan WFH Satu Hari Dinilai Belum Berdampak pada Penghematan BBM
Foto ilustrasi work from home. - ist - PNGtree
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai respons kenaikan harga minyak dan dimaksudkan sebagai aksi penghematan bahan bakar minyak (BBM), dinilai belum tentu efektif jika hanya dilakukan satu hari dalam sepekan.
Anggota DPR RI Muhammad Khozin menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar benar-benar berdampak pada efisiensi bahan bakar dan tidak mengganggu layanan publik maupun ekonomi masyarakat.
Advertisement
"Perlu dikaji secara presisi pilihan format WFH yang akan ditempuh oleh pemerintah dengan memperhatikan efektivitas layanan publik, efisiensi BBM, dan ekonomi masyarakat," kata Khozin di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Ia menekankan kebijakan WFH harus berbasis data konkret di lapangan, mulai dari kondisi demografi hingga dampak riil terhadap aktivitas ekonomi.
BACA JUGA
Pengalaman Indonesia saat pandemi COVID-19 pada 2020–2021 juga dinilai bisa menjadi rujukan penting dalam merumuskan skema kerja fleksibel tersebut.
"Jadi, betul-betul didasari data kuantitatif lapangan dalam penerbitan kebijakan ini," ujarnya.
Khozin menilai kebijakan WFH tidak bisa hanya mempertimbangkan satu aspek, melainkan harus mencakup berbagai faktor agar hasilnya optimal.
Ia mencontohkan rencana penerapan satu hari WFH dalam sepekan berpotensi tidak memberikan dampak signifikan terhadap penghematan BBM.
"Jadi, multiaspek mesti dijadikan rujukan dalam penerbitan kebijakan WFH ini. Bisa juga dimulai dari daerah dengan mobilitas kerja tinggi seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya," katanya.
Selain itu, kondisi saat ini dinilai menjadi momentum untuk membenahi sistem transportasi publik agar lebih efektif dan nyaman.
Menurut Khozin, penggunaan transportasi umum secara optimal oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta dapat memberi dampak signifikan terhadap pengurangan konsumsi BBM.
"Pemda mesti mendesain transportasi umum yang nyaman dan aman sehingga ASN dan pekerja swasta dapat mengoptimalkan penggunaan transportasi umum. Langkah ini selain efisien dalam konsumsi BBM, juga menjaga kelestarian lingkungan dengan berkurangnya polusi udara," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tengah menyiapkan skema kerja fleksibel berupa WFH sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia.
"Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home," ujar Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3) sore.
Skema tersebut dirancang dengan memberikan fleksibilitas satu hari WFH dalam lima hari kerja, tidak hanya untuk ASN tetapi juga mencakup sektor swasta dan pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Investor Kereta Gantung Prambanan Siap Paparan ke Pemda DIY
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Aturan WFH Satu Hari Seminggu Tidak Berlaku bagi Semua Sektor Pekerja
- FIFA Series, Sejumlah Pemain Langganan Timnas Garuda Dicoret
- Warga Terharu Bisa Salaman Langsung dengan Presiden Prabowo di Istana
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Absen Saat Salat Idulfitri, Yaqut Ternyata di Luar Rutan
- Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
Advertisement
Advertisement




