Advertisement

Malam Tahun Baru 2026 di Eropa Diwarnai Kebakaran dan Korban Jiwa

Newswire
Jum'at, 02 Januari 2026 - 14:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Malam Tahun Baru 2026 di Eropa Diwarnai Kebakaran dan Korban Jiwa Ilustrasi bentrokan di Eropa.ist - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Perayaan malam Tahun Baru 2026 di sejumlah negara Eropa diwarnai insiden maut. Kebakaran, kecelakaan kembang api, hingga kerusuhan kecil dilaporkan menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan lainnya, menurut keterangan otoritas setempat, Kamis (1/1/2026).

Insiden paling fatal terjadi di Swiss. Kebakaran hebat melanda Bar Constellation di kawasan wisata Crans-Montana dan menewaskan sekitar 40 orang. Selain itu, sedikitnya 115 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan sebagian korban berada dalam kondisi kritis.

Advertisement

Otoritas Swiss hingga kini masih melakukan proses identifikasi korban dan menyelidiki penyebab kebakaran. Penanganan kasus ini melibatkan kerja sama lintas negara, termasuk dengan otoritas Italia, Prancis, dan Turki, mengingat sejumlah korban merupakan warga negara asing.

Di Polandia, dua kebakaran rumah yang terjadi secara terpisah di Swinna Poreba dan Sarny Wielkie menewaskan masing-masing satu orang, yakni seorang pria dan seorang perempuan. Sementara itu, kebakaran di loteng sebuah hotel di wilayah barat laut Polandia memaksa evakuasi 19 orang, sebagaimana dilaporkan TVP World.

Kepolisian Polandia mencatat malam pergantian tahun diwarnai lebih dari 15.600 insiden di seluruh negeri. Sebanyak 333 orang ditahan, sementara lebih dari 100 pengemudi diamankan karena mengemudi dalam kondisi mabuk.

Korban jiwa juga dilaporkan di Belanda. Dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan kembang api, masing-masing seorang remaja berusia 16 tahun di Nijmegen dan seorang pria berusia 38 tahun di Aalsmeer, menurut laporan media setempat.

Masih di Belanda, kebakaran besar melanda Gereja bersejarah Vondelkerk di Amsterdam. Api menyebabkan runtuhnya menara, bagian tengah bangunan, serta sebagian besar atap gereja. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di Jerman, dua orang dilaporkan tewas akibat insiden kembang api di Bielefeld. Puluhan lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah. Polisi juga mencatat adanya serangan menggunakan kembang api di sejumlah kota besar, termasuk Berlin dan Leipzig, yang berujung pada lebih dari 400 penangkapan.

Selain itu, kebakaran melanda sebuah bangunan bersejarah di Erfurt yang diduga dipicu oleh roket kembang api Tahun Baru. Api sempat merambat ke dua rumah di sekitarnya, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara di Belgia, tiga petugas kepolisian dilaporkan terluka dalam insiden malam Tahun Baru yang melibatkan kembang api serta pemeriksaan lalu lintas yang berujung ricuh di Brussels, menurut laporan penyiar Flemish, VRT. Kepolisian setempat juga melaporkan sejumlah bus, trem, dan kendaraan lainnya mengalami kerusakan atau dibakar.

Di kota Ghent, aparat mengamankan 28 orang, termasuk 18 anak di bawah umur, karena menyalakan kembang api secara ilegal dan melawan perintah polisi.

Rentetan insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran otoritas Eropa terkait keselamatan publik dalam perayaan Tahun Baru, khususnya penggunaan kembang api tanpa pengawasan yang memadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Resmi Jalan, Ini Rute dan Jadwal Bus Listrik Jombor-Malioboro

Resmi Jalan, Ini Rute dan Jadwal Bus Listrik Jombor-Malioboro

Jogja
| Jum'at, 02 Januari 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Wisata
| Kamis, 01 Januari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement