Advertisement
KBRI Pastikan WNI Aman Usai Gempa M7,5 Guncang Jepang
KBRI Tokyo pastikan WNI aman usai gempa M7,5 di Jepang. WNI di Hokkaido, Aomori, dan Iwate dapat beraktivitas normal dan diminta tetap waspada. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—KBRI Tokyo memastikan seluruh WNI di wilayah Hokkaido, Aomori, dan Iwate berada dalam kondisi aman setelah gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang timur laut Jepang.
Tak lama setelah gempa terjadi, KBRI Tokyo langsung menghubungi simpul komunitas Indonesia untuk mengetahui kondisi WNI, akses evakuasi, hingga kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal. Seluruh laporan menyebutkan para WNI dapat kembali beraktivitas normal tanpa adanya permintaan evakuasi darurat.
Advertisement
KBRI dan KJRI Osaka juga terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang untuk memastikan pelindungan maksimal bagi sekitar 10.500 WNI yang tinggal di tiga prefektur terdampak. WNI diminta tetap tenang, waspada, mempelajari rute evakuasi, serta menyiapkan tas darurat sesuai standar mitigasi bencana Jepang.
“Dari proses komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah simpul komunitas Indonesia di Jepang, KBRI Tokyo mendapat informasi bahwa WNI di wilayah Hokkaido, Aomori, dan Iwate dalam keadaan selamat,” ucap Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, menurut keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).
Menurut Al Aula, beberapa saat setelah gempa, KBRI Tokyo langsung menjalin komunikasi dengan simpul WNI di Prefektur Aomori, Hokkaido, dan Iwate untuk mengetahui, antara lain, kondisi para WNI, keamanan tempat tinggal mereka, akses evakuasi, dan ketersediaan makanan.
“Saat ini WNI di wilayah terdampak dilaporkan sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” kata pejabat di KBRI Tokyo tersebut.
KBRI Tokyo masih belum menerima informasi soal permintaan evakuasi yang mendesak dari WNI yang ada di wilayah terdampak gempa. Menurut catatan KBRI Tokyo, jumlah WNI di Aomori ada 1.000 orang, sementara di Iwate ada 1.500 orang, dan di Hokkaido ada 8.000 orang.
Al Aula menyampaikan bahwa KBRI Tokyo bersama KJRI Osaka terus mengupayakan pelindungan WNI secara maksimal, antara lain berkoordinasi dengan otoritas wilayah terkait serta mengikuti mekanisme mitigasi bencana yang sudah terbangun dengan baik. KBRI Tokyo mengimbau seluruh WNI agar tetap tenang dan berkegiatan seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Para WNI juga diharapkan terus memantau situasi serta mengikuti instruksi otoritas setempat, termasuk mempelajari rute evakuasi dan menyiapkan tas darurat, dokumen penting, serta uang tunai secukupnya. WNI yang menghadapi situasi dan kondisi darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419 atau KJRI Osaka di +81-80-3113-1003, kata dia.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa menyampaikan bahwa sekurangnya 30 orang terluka akibat gempa bermagnitudo 7,5 yang mengguncang wilayah timur laut Jepang pada malam sebelumnya. PM Jepang juga memperingatkan kemungkinan munculnya gempa serupa atau bahkan lebih kuat di sepanjang pesisir Pasifik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- Ketegangan Teluk Memanas, Iran Serukan Aliansi Baru
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
Advertisement
Advertisement







