Advertisement
110 KK Terisolasi Usai Jembatan di Nagan Raya Putus
Kondisi permukiman warga di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pasca terjangan banjir bandang yang menyebabkan sebagian lahan warga hilang dan berubah menjadi aliran sungai, Jumat (28/11/2025). ANTARA/ist-Dok Warga - Sudirman
Advertisement
Harianjogja.com, NAGAN RAYA—Sebanyak 110 kepala keluarga di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, masih terisolasi setelah jembatan rangka baja yang menjadi akses utama warga terputus akibat banjir bandang pada pekan lalu.
Warga kini hanya bisa keluar desa menggunakan perahu mesin untuk menuju pusat kecamatan maupun kabupaten. BPBD Nagan Raya memastikan distribusi bantuan kebutuhan pokok tetap berjalan meski akses darat belum pulih.
Advertisement
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mencatat sebanyak 1.807 rumah di tiga kecamatan mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Dari jumlah tersebut, 487 rumah rusak berat, 283 rusak sedang, dan 1.043 rusak ringan.
“Saat ini akses transportasi masyarakat masih terputus, banyak warga terkurung akibat putusnya jembatan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya Irfanda Rinaldi, Minggu (7/12/2025).
Ia menyebutkan satu jembatan rangka baja yang telah putus tersebut memiliki bentang panjang mencapai 120 meter, dengan lebar sekitar 5-6 meter, dan selama ini sering digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi.
Akibat putusnya jembatan tersebut, kata dia, saat ini masyarakat terpaksa menggunakan perahu mesin agar bisa keluar dari desa menuju ke pusat kecamatan atau pusat kabupaten.
Irfanda Rinaldi mengatakan BPBD Kabupaten Nagan Raya juga telah mendistribusikan aneka bantuan kepada 110 KK di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, sehingga masyarakat di wilayah pedalaman setempat tidak kekurangan pasokan bahan pokok.
Terhadap kerusakan jembatan tersebut, kata dia, sejauh ini telah dilakukan pendataan dan lokasi bencana bencana juga telah ditinjau oleh Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan dan Wakil Bupati (Wabup Raja Sayang dan pejabat daerah lainnya.
Pihaknya saat ini terus berusaha menyalurkan bantuan ke sejumlah titik lokasi bencana, sehingga diharapkan tidak ada masyarakat di daerah tersebut yang kekurangan pasokan makanan atau bahan pokok, serta kebutuhan lainnya pada masa tanggap darurat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya memastikan sebanyak 1.807 rumah milik warga di tiga kecamatan, terdiri dari Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, dan Tripa Makmur, mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.
Dari 1.807 rumah yang terkena banjir bandang, sebanyak 487 rumah dilaporkan rusak berat, 283 rumah rusak sedang, serta 1.043 rumah rusak ringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
Advertisement
Maret 2026, 1.880 Hektare Lahan Padi di Kulonprogo Panen
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hasil Genoa vs Roma 2-1: I Giallorossi Tergusur dari Empat Besar
- Janice Tjen Melaju ke 16 Besar Ganda Indian Wells 2026
- Defender Sport Mulai Uji Jalan, Aerodinamika Jadi Tantangan
- Eropa Jadi Importir Senjata Terbesar, Waspadai Ancaman Rusia
- Harga Emas Pegadaian 9 Maret: UBS dan Galeri24 Stabil
- Rumahnya Kembali Banjir, Katon Bagaskara Tagih Solusi Pemprov
- 13 Warga Israel Tewas, 1.929 Luka Akibat Serangan Iran
Advertisement
Advertisement








