Dua Wakil Indonesia Lolos, Drama Warnai Kualifikasi Malaysia Masters
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Ilustrasi Ledakan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ledakan masif di fasilitas daur ulang bahan kimia North St Marys, Sydney Barat, melontarkan bola api dan puing hingga lebih dari 100 meter ke udara, Sabtu malam waktu setempat.
7 News mengungkapkan, skala ledakan tersebut digambarkan oleh petugas pemadam kebakaran sebagai pengalaman "sekali seumur hidup," yang melontarkan puing-puing dan bola api setinggi lebih dari 100 meter ke udara.
Komisaris Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan NSW, Jeremy Fewtrell, menyatakan bahwa skala ledakan yang terjadi sangat signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam kariernya.
"Saya belum pernah melihat yang seperti itu, pada tingkat seperti itu," kata Komisaris Fewtrell, dikutip ABC, Selasa (2/12/2025).
Fewtrell menambahkan bahwa pengalaman ini juga dirasakan oleh petugas veteran. "Saya punya petugas pemadam kebakaran hari ini yang memberi tahu saya bahwa mereka telah bekerja selama hampir empat puluh tahun dan belum pernah melihat ledakan api sebesar itu, jadi itu sangat signifikan," tambahnya.
Ketika petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api, mereka dihujani puing-puing, termasuk potongan beton dan batu bata, yang terlempar jauh dari lokasi ledakan. Dinding pembatas properti yang bersebelahan dilaporkan hancur total akibat intensitas ledakan.
Bahaya semakin meningkat setelah ditemukan tangki penyimpanan bahan kimia yang terlempar sebagai proyektil sejauh hampir 200 meter. Tangki tersebut jatuh tepat di dekat jalur kereta api.
Meskipun terjadi ledakan yang luar biasa intensif dan bahaya puing yang berterbangan, korban luka-luka berhasil diminimalisasi. Hanya dua petugas pemadam kebakaran yang menderita cedera ringan berupa iritasi kulit setelah melakukan kontak dengan bahan kimia yang merembes melalui sarung tangan mereka. Fewtrell menyebut keselamatan seluruh personelnya sebagai sebuah "keajaiban nyata."
Lebih dari 50 unit pemadam kebakaran dan ratusan petugas dikerahkan ke lokasi untuk menanggulangi insiden ini. Petugas berhasil mencegah api menjalar ke properti tetangga, meskipun bangunan utama bisnis daur ulang tersebut sepenuhnya hancur.
Saat ini, regu bahan berbahaya (Hazmat) masih berada di lokasi untuk mengamankan zat kimia dan sisa-sisa ledakan. Investigasi terperinci mengenai penyebab pasti ledakan telah dimulai, melibatkan tim gabungan dari penyelidik kebakaran, Kepolisian NSW, dan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).
"Mungkin sulit untuk menentukan penyebab pasti, namun tim akan menyusun semua bukti yang tersedia," tutup Fewtrell.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.