Advertisement
Jumlah Korban Bencana Agam Bertambah: 86 Tewas dan 88 Hilang
Petugas gabungan mencari korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. ANTARA - HO/BPBD Agam.
Advertisement
Harianjogja.com, SUMBAR— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana alam di wilayah tersebut mencapai 86 orang, sementara 88 orang lainnya masih belum ditemukan.
“Ini update data pada Jumat (28/11) malam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubuk Basung, Sabtu.
Advertisement
Rahmat menjelaskan bahwa 86 korban meninggal tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Malalak, banjir bandang yang menerjang Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menewaskan 10 orang: Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.
Di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, menewaskan dua orang atas nama Safarudin dan Emninar. Sementara itu, tanah longsor di Kecamatan Matur, tepatnya di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, menyebabkan satu korban jiwa bernama Rajibah.
BACA JUGA
Korban terbanyak berada di Kecamatan Palembayan dengan 74 orang meninggal akibat banjir bandang. Mereka tersebar di beberapa jorong:
Jorong Koto Alam: 21 korban, yaitu Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.
Jorong Sumbarang: 16 korban, yaitu Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan.
Kampuang Tangah: tujuh korban bernama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni.
Jorong Kampung Tangah Timur: sembilan korban bernama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.
“Jasad para korban telah dimakamkan di makam keluarga,” ujar Rahmat.
Sementara itu, 88 orang masih belum ditemukan, terdiri dari tujuh warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur; satu orang yang terseret arus Sungai Batang Antokan di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung; dua korban longsor di Ariki, Nagari Dalko, Tanjung Raya; serta 78 orang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
“Masih banyak korban belum ditemukan dan kami berharap bisa segera ditemukan,” kata Rahmat.
Pencarian dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP Agam, Dinas Sosial Agam, PMI Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan sejumlah relawan.
Selain pencarian korban, tim gabungan juga mengevakuasi warga yang terisolasi akibat akses jalan yang terputus menuju lokasi pengungsian yang telah disiapkan.
Salah satu warga Salareh Aia, Eki, menceritakan detik-detik bencana banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mendengar suara gemuruh yang sangat keras dan langsung mengajak keluarga keluar rumah.
“Sesampai di halaman, saya melihat warga berlarian dan tiba-tiba datang banjir bandang menghancurkan rumah warga lainnya. Saya dan keluarga mencari lokasi aman sehingga terhindar dari bencana tersebut. Usai bencana saya mencoba membantu warga yang menjadi korban,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Korban WNI Saat Kebakaran di Hong Kong Bertambah Jadi 7 Orang
- Bencana Sumbar: 23 Warga Meninggal, 3.900 KK Mengungsi
- Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Banjir Sumatra
- Bencana Alam Meningkat, KLH Minta Daerah Percepat Penyusunan RPPLH
- 11 Tewas Saat Kereta Tabrak Pekerja di Yunnan, China
Advertisement
Pertamina Jaga Distribusi Energi Jawa Tengah-DIY Selama Nataru
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ruang Komputer SMP Nanggulan Dibobol, 14 Laptop Chromebook Lenyap
- Cari Aman Skill Competition 2025 Tingkatkan Kesiapan Berkendara
- Ribuan Warga Aceh Barat Mengungsi Akibat Banjir Besar
- Sosialisasi Perkoperasian Dukung UMKM dan Masjid di Code
- KPK Panggil Rudy Tanoe sebagai Saksi Kasus Bansos Beras
- IPO Perusahaan DIY Mundur, BEI Ungkap Kendalanya
- Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Banjir Sumatra
Advertisement
Advertisement




