Advertisement
Tol Semarang-Demak Dibidik Beroperasi April 2027
Foto ilustrasi jalan tol / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada April 2027 seiring progres konstruksi yang kini mencapai 58,31% dan terus dikejar di tiga paket pekerjaan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Tol Semarang-Demak Seksi 1 sepanjang 10,64 km dirancang terintegrasi dengan Tanggul Laut dan sistem polder, sehingga selain memperkuat konektivitas wilayah, juga menjadi solusi penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut.
Advertisement
Dia menambahkan, upaya pengendalian banjir rob Kaligawe-Terboyo-Sayung telah dilakukan secara paralel dengan penyelesaian konstruksi tol, kolam retensi, termasuk rumah pompa, sodetan Sayung.
"Pengendalian rob Kaligawe terus kita kerjakan, memang sekarang masih belum selesai, dan ini saya lihat langsung progresnya,"kata Dody dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).
BACA JUGA
Berdasarkan data per 24 November 2025, progres konstruksi secara keseluruhan mencapai 58,31% yang dibagi dalam tiga paket pekerjaan. Paket 1A mencatat progres realisasi 81,18%, Paket 1B telah mencapai 55,39%, dan Paket 1C mencapai 45,82%.
Seiring dengan hal tersebut, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada April 2027, dan diharapkan menjadi solusi permanen terhadap genangan rob sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik di jalur Pantura.
Pasalnya, Dody menyebut, seluruh paket telah menunjukkan percepatan pada pekerjaan struktur, tanggul laut, dan fasilitas utama untuk mendukung fungsi polder. Infrastruktur pendukung berupa tanggul laut yang terintegrasi dengan jalur tol telah tersambung seluruhnya.
Pada saat yang sama, Dody menyebut pihaknya telah melakukan penanganan banjir rob melalui penyiapan mobile pump pada sejumlah titik rawan genangan di Kaligawe dan Sayung.
Kemudian turut dibangun sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1 yang terdiri dari pembangunan enam rumah pompa berkapasitas total 81 m³/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km, yang akan menjadi penguat utama sistem polder Tanggul Laut Semarang–Demak.
Infrastruktur tersebut akan mereduksi banjir pada area seluas 4.429 hektare, melindungi 254.546 jiwa di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk.
"Kami ingin pastikan progres di lapangan berjalan baik. Tol ini bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi tameng utama kita terhadap rob di Semarang,” katanya.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Keselamatan Terancam, KBM SDN Kokap Direlokasi ke Eks SD Kanisius
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Dua Ganda Putra RI Tembus 16 Besar Indonesia Masters 2026
- Produksi Ikan 55.000 Ton, 27 Pasar Serap 40 Persen Produksi di 2024
- 4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut
- Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar
- Uni Eropa Siap Wajibkan Pemblokiran Huawei dan ZTE dari Infrastruktur
- Kanada Pangkas Tarif EV China, Tesla Berpotensi Raup Untung Terbesar
- Gol Koizumi Antar Jepang ke Final Piala Asia U-23 2026
Advertisement
Advertisement



