Advertisement
Balon Cuaca Diduga Penyebab Kaca Kokpit United Airlines Pecah
Foto ilustrasi maskapai penerbangan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah balon cuaca diduga menjadi penyebab pecahnya kaca depan kokpit pesawat United Airlines penerbangan UA1093 rute Denver-Los Angeles. Insiden yang terjadi pada ketinggian 36.000 kaki ini menyebabkan pilot terluka dan pesawat Boeing 737 MAX terpaksa mendarat darurat di Salt Lake City.
Saat pesawat berada di ketinggian jelajah, kapten pilot melaporkan adanya benda dari atas yang menghantam kaca kokpit. Akibatnya, kaca depan pecah dan pilot terluka akibat tertimpa serpihan kaca. Pesawat pun dialihkan dan berhasil mendarat dengan selamat di Salt Lake City.
Advertisement
WindBorne Systems, perusahaan balon cuaca, mengaku bertanggung jawab atas insiden ini.
"Kami yakin FOD (Foreign Object Debris) tersebut kemungkinan besar adalah balon WindBorne," kata perusahaan WindBorne Systems, seperti dilansir Stuff.
BACA JUGA
Perusahaan telah meluncurkan lebih dari 4.000 balon dan selalu berkoordinasi dengan FAA.
"Saya masih terkejut melihat pecahan kaca terjadi di bagian dalam. Hal ini mengakibatkan cedera pada pilot, dan saya benar-benar tidak terima sama sekali," tulis CEO WindBorne Systems John Dean lewat platform X.
However, I'm still surprised to see spallation of the windshield on the inside. I find this extremely concerning, and unacceptable in the case of a collision, regardless of what the official regulations are. It resulted in injury to a pilot, which I'm simply not okay with…
— John Dean (@johndeanl) October 21, 2025
Perusahaan kini berkoordinasi dengan NTSB dan FAA untuk investigasi.
Penerbangan UA1093 mengangkut 140 penumpang dari Denver menuju Los Angeles. Insiden terjadi pada Kamis, 16 Oktober 2025, namun baru diinvestigasi WindBorne pada Minggu, 19 Oktober. Sebelum identifikasi balon cuaca, sempat beredar spekulasi mengenai puing antariksa atau meteor.
Investigasi masih berlanjut dengan koordinasi antara WindBorne Systems, NTSB, dan FAA. Perusahaan menekankan bahwa sistem balon mereka dirancang aman untuk tabrakan di udara dan selalu mengajukan NOTAM (Notice to Air Missions) untuk setiap peluncuran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Viral Kapal Tanker Mandeg di Lepas Pantai Selatan Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lawan Stunting, Kelurahan Keparakan Jogja Salurkan PMT
- Kasus Campak di Sleman Melonjak Tajam, Dinkes Rilis Peringatan Dini
- Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Penataran Jaga Warga DIY
- Bom Rakitan Ditemukan Saat Demo di Rumah Wali Kota New York
- Kecelakaan Tawangmangu: Motor Tabrak Pagar, Ayah-Anak Meninggal
- Proyek Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Libur 10 Hari
- BGN Perketat Standar Keamanan Pangan Dapur Program MBG
Advertisement
Advertisement








