Advertisement
Buntut Pesantren Ambruk, Ribuan Santri Bakal Dilatih tentang Bangunan
Foto ilustrasi. Foto udara tim gabungan melakukan pembongkaran material untuk memudahkan pencarian korban bangunan mushalla ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025). ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 25 ribu santri di 10 provinsi akan mengikuti pelatihan konstruksi bersertifikat yang digelar pemerintah sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keamanan pembangunan pesantren.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan pelatihan diberikan kepada santri berusia minimal 18 tahun.
Advertisement
"Menteri PU dan jajaran siap melatih, menambah skill para santri yang usianya minimum 18 tahun untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan vokasi," kata Muhaimin Iskandar usai menggelar rapat tingkat menteri di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Muhaimin Iskandar mengatakan pelatihan konstruksi bagi santri ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan santri di bidang konstruksi.
Sementara Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa biaya untuk pelatihan konstruksi bagi santri akan dianggarkan sekitar Rp7 miliar.
"Untuk training bagi 25 ribu santri di 10 provinsi sampling itu sekitar Rp7 miliar," kata Menteri Dody Hanggodo.
Pelatihan konstruksi bagi santri ini akan bersertifikat dan masuk dalam kategori vokasi resmi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Program pelatihan itu dibuat pemerintah tak lama pascaterjadinya insiden robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban jiwa.
Hal ini penting mengingat santri kerap diberdayakan untuk ikut membangun gedung pondok pesantren.
Pemerintah juga telah membentuk Satgas Penataan Pembangunan Pesantren untuk mengaudit dan merehabilitasi bangunan ponpes yang rawan ambruk.
Satgas ini bekerja dengan menindaklanjuti laporan yang diterima dan turun langsung mengecek kondisi gedung pesantren.
Satgas Penataan Pembangunan Pesantren melibatkan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, hingga pemerintah daerah.
Rapat menteri tersebut dihadiri Dirjen Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- REI DIY: Moratorium Lahan Sawah Jadi Tantangan Terbesar di 2026
- Basarnas Bakal Serahkan Black Box ATR PK-THT ke KNKT untuk Investigasi
- Lurah Sukoreno Kulonprogo Jadi Juru Damai Resmi Lewat Program NLP
- Musim Hujan Saat Puasa, Dokter Anjurkan Vitamin C dan Zinc
- Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai 2026, Dilengkapi 10 Fasilitas
- Video Karung Uang di Pati Terungkap, KPK Tegaskan Itu Momen OTT
- Banjir Rendam Jalur Pantura Pati, Polisi Terapkan Rekayasa Arus
Advertisement
Advertisement




