Advertisement
Jalur Rafah Akan Dibuka 14 Oktober, Bantuan Mudah Masuk Gaza
Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, GAZA—Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa di Titik Penyeberangan Rafah (EUBAM Rafah) akan kembali beroperasi setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara kelompok perjuangan Palestina, Hamas dan Israel.
Penyeberangan itu rencananya akan dibuka kembali pada 14 Oktober, kata Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto pada Jumat. Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada pukul 12.00 waktu setempat (09.00 GMT) Jumat.
Advertisement
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mulai menarik diri dari kota-kota Palestina ke garis yang telah disepakati, sambil tetap menjaga eksistensinya di sejumlah area penting di wilayah kantong tersebut.
"Pada 14 Oktober, sesuai dengan kesepakatan usulan Presiden Donald Trump, dan melalui koordinasi antara Uni Eropa dan para pihak terkait, penyeberangan Rafah akan dibuka secara bergantian di dua arah: untuk keluar menuju Mesir dan untuk masuk ke Gaza," kata Crosetto seperti dikutip Kementerian Luar Negeri Italia.
BACA JUGA
Menhan menambahkan setelah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, dirinya telah memberi otoritas kepada Kepala Staf Pertahanan Angkatan Bersenjata Italia, Jenderal Luciano Portolano, agar operasi pasukan Carabinieri Italia dalam misi EUBAM di Rafah dilanjutkan," katanya.
Pihak Israel saat ini sedang berupaya memulihkan infrastruktur penyeberangan tersebut secepat mungkin. Pada 29 September Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik Gaza yang meliputi gencatan senjata segera dan pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.
Rencana itu juga mengharuskan Hamas dan faksi-faksi lain untuk menyudahi keterlibatan mereka dalam pemerintahan Gaza, yang nantinya akan diserahkan ke sebuah "komite teknokratis dan apolitis Palestina" di bawah pengawasan dewan internasional yang dipimpin Trump.
Pada Rabu Trump mengumumkan bahwa Hamas dan Israel telah menandatangani fase pertama kesepakatan perdamaian Gaza, yang mencakup pembebasan seluruh sandera oleh Hamas dan penarikan pasukan Israel ke garis yang telah disepakati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
Advertisement
Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
- Pasta Tak Selalu Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Penjelasan Ahli Gizi
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh
- Bus Damri Tanpa Dokumen Ditahan di Terminal Tirtonadi Solo
Advertisement
Advertisement







