Advertisement
Inggris, Prancis, Jerman Sepakat Dukung Perdamaian Gaza
Foto ilustrasi. Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW—Negara-negara E3 (Inggris, Prancis, dan Jerman) menyatakan dukungan penuh atas rencana perdamaian Gaza dan mendorong Dewan Keamanan PBB memastikan implementasinya.
Mereka siap untuk membantu proses penyelesaian lanjutan konflik di Jalur Gaza setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Advertisement
“Kami menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah, rencana pembebasan para sandera, serta dimulainya kembali bantuan kemanusiaan bagi penduduk sipil di Gaza,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, seperti dilaporkan RIA Novosti, Sabtu (11/10/2025).
Ketiga negara tersebut menekankan bahwa hal terpenting saat ini adalah agar semua pihak yang terlibat melaksanakan kewajiban mereka sepenuhnya tanpa penundaan.
BACA JUGA
E3 juga menegaskan kesiapan mereka untuk mendukung pembicaraan lanjutan mengenai tahap-tahap berikutnya dari rencana perdamaian Gaza dan berkontribusi dalam pelaksanaannya.
“Sebagai bagian dari upaya ini, kami sepakat bahwa Dewan Keamanan PBB harus memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini serta memastikan implementasinya,” bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk melaksanakan tahap pertama dari rencana perdamaian di Jalur Gaza.
Pada tahap awal itu, Hamas akan membebaskan warga Israel yang disandera, sementara Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati.
Kedua pihak juga sepakat untuk membebaskan ratusan tahanan Palestina dari penjara Israel, termasuk mereka yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan terorisme.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya telah menyetujui kesepakatan dengan Hamas untuk pembebasan para sandera dari Gaza.
Pada 29 September, Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk menyelesaikan konflik Gaza, termasuk mewujudkan gencatan senjata segera dan pembebasan para sandera dalam waktu 72 jam.
Rencana tersebut juga menetapkan bahwa Hamas dan faksi-faksi lainnya harus melepaskan keterlibatan mereka dalam pemerintahan Gaza, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Wilayah kantong itu nantinya akan diperintah oleh komite teknokratik Palestina yang bersifat apolitis, di bawah pengawasan dewan internasional pimpinan Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement






