Advertisement
Bulog Terbuka Bekerja Sama Dengan Pelaku Usaha Dalam Pemanfaatan Aset di Daerah
Beberapa warga sedang mengikuti pasar murah di Balai Kalurahan Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul pada Kamis (7/3/2024). Pasar murah tersebut merupakan kerja sama dengan Bulog dalam rangka mengendalikan bahan pokok menjelang dan selama bulan puasa. - ist - Dinas Perdagangan Gunungkidul
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog membuka ruang kerja sama dengan para pelaku usaha untuk memanfaatkan aset-aset milik perusahaan yang ada di daerah.
"Kami membuka ruang kepada teman-teman pengusaha di seluruh Tanah Air, bukan hanya yang ada di Kelapa Gading," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani seusai peluncuran Beloft Bulog Business District di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/10).
Advertisement
BACA JUGA: 4 Korban yang Selamat dari Ponpes Ambruk Jadi Anak Angkat Cak Imin
Dia menyampaikan bahwa Perum Bulog saat ini memiliki aset yang nilainya total Rp53 triliun di seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi asetnya Bulog itu totalnya Rp53 triliun, betapa besarnya aset tersebut. Ini sayang kalau aset-aset kita ini tidak diberdayakan," katanya.
"Namun, pemberdayaan aset ini semua kembali untuk keuntungan bangsa dan negara," ia menambahkan.
Perum Bulog membuka peluang kerja sama dengan para pelaku usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam mengelola dan memanfaatkan aset-aset milik perusahaan di daerah.
Direktur Utama Perum Bulog mengatakan, pengelolaan aset-aset milik perusahaan akan dioptimalkan supaya bisa mendatangkan lebih banyak manfaat ekonomi.
Guna mengoptimalkan pemanfaatan asetnya, Perum Bulog akan membangun kawasan-kawasan bisnis.
"Sehingga orang di mana-mana kalau ke daerah tahunya Bulog Business District. Jadi betul-betul menjadi ikon, menjadi ikon yang baru," kata Ahmad.
Perum Bulog meresmikan Beloft Bulog Business District di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (2/10/2025).
Beloft, singkatan dari Bulog Lifestyle Opportunity Food and Teritory, saat ini sudah memiliki 34 penyewa yang mencakup pelaku usaha logistik, olahraga, ritel, kuliner, otomotif, hingga jasa parkir.
Area tempat Beloft Bulog Business District berada pada tahun 1996 merupakan Pusat Perkulakan Goro.
Pusat perkulakan itu ditutup setelah usaha perkulakan merosot tajam akibat krisis moneter tahun 1998.
Perum Bulog pada tahun 1999 kembali mengelola aset eks-Goro, yang kemudian bertransformasi menjadi kawasan multiusaha.
Kehadiran Bursa Mobil Gading di kawasan itu pada 2012 diikuti oleh Lazada (PT Lastana Express Indonesia), Gavrila Gymnastic Club, dan iPanganandotcom pada 2019.
Hadirnya Pandawa Badminton Arena pada 2023, S-Mart milik PT Surya Ritelindo Utama pada 2024, dan PT Bless Arena Indonesia pada 2025 menandai perkembangan kawasan usaha itu menjadi pusat bisnis dan gaya hidup baru di Jakarta Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Pemkab Bantul Bakal Lindungi Pekerja Rentan lewat Iuran Jamsostek
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Narasena Co-Living Resmi Diluncurkan
- Perbaikan Permanen Jalan Wunut Bantul Ditarget Akhir 2027
- KPK Akui Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari 2026
- Persib Vs Persija: Tiket Habis, Atmosfer Memanas
- Dana Desa 2026 di Bantul Berpotensi Dipangkas
- Konsumsi Rumah Tangga Melemah di Akhir 2025
- Leptospirosis di DIY Capai 453 Kasus, 38 Warga Meninggal
Advertisement
Advertisement



