Advertisement
Meski Shutdown, Pemerintah AS Tetap Pungut Tarif Impor
Tapping Box Pajak - Ilustrasi - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA –Meski pemerintahan federal menghentikan sebagian besar aktivitas keuangan (shutdown), Pemerintah Amerika Serikat akan tetap memungut tarif impor.
Berdasarkan dokumen resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang dikutip dari CNN International, Kamis (2/10/2025), seluruh operasi keuangan dan sistem pembayaran federal akan dihentikan sementara, termasuk pemrosesan pembayaran, penerimaan, hingga pengendalian dana.
Advertisement
BACA JUGA: Amerika Serikat Shutdown, Presiden Trump Ancam PHK Banyak Pihak
Hanya saja, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat atau US Customs and Border Protection (CBP menjadi salah satu dari lima pengecualian yang tetap beroperasi, khususnya dalam pemungutan pendapatan bea masuk, termasuk tarif impor.
Berdasarkan data terbaru Departemen Keuangan AS per 29 September, CBP berhasil mengumpulkan US$31,2 miliar dari tarif impor pada bulan lalu. Dengan masih tersisa satu hari data yang belum tercatat, AS diperkirakan akan melampaui rekor penerimaan tarif pada Agustus yang mencapai US$31,4 miliar.
Sementara itu, lembaga pemeringkat Fitch menilai penutupan (shutdown) pemerintah AS tidak akan memengaruhi peringkat utang dalam jangka pendek, meski dampaknya pada ekonomi bergantung pada durasi penutupan.
Dalam laporannya, Fitch menyebut pihaknya akan terus menilai perkembangan terkait lingkungan regulasi AS, supremasi hukum, serta mekanisme check and balances kelembagaan sebagai bagian dari analisis kredit negara.
Fitch memperkirakan defisit anggaran pemerintah umum akan menyempit menjadi 6,8% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2025, dibandingkan 7,7% pada 2024, sebagian karena lonjakan penerimaan tarif yang diproyeksikan mencapai US$300 miliar.
“Terlepas dari meningkatnya ketidakpastian kebijakan AS dan potensi erosi mekanisme kelembagaan, kami memperkirakan status dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia — yang menjadi kekuatan fundamental peringkat utang — akan tetap bertahan dalam waktu yang dapat diperkirakan,” tulis Fitch dalam laporannya dikutip dari Reuters.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Sleman Selasa 17 Februari 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Malam Ini, Duel Panas Janice Tjen vs Leylah Fernandez di Dubai
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, UBS Rp2.998.000 per Gram
- CEO Microsoft AI Prediksi Pekerjaan Kantoran Terotomatisasi 18 Bulan
- 1008 Dipa Menyala, Mahashivaratri Hidupkan Spirit Prambanan
- Persita vs PSBS Biak Sore Ini: Misi Bangkit di Indomilk Arena
- Toprak Razgatlioglu Pukau Pramac Racing Jelang MotoGP 2026
- Hubungan Myanmar-Timor Leste Memanas, Diplomat Diusir dari Yangon
Advertisement
Advertisement







