Advertisement
Paus Dukung Proposal Trump untuk Gaza, Hamas Diminta Terima
Peta jalur gaza dan penguasaan Israel pada Oktober 2023 - ist - Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, ISTANBUL—Paus Leo XIV mendukung rencana 20 poin Donald Trump untuk Gaza yang mencakup gencatan senjata dan pembebasan sandera, seraya mendesak Hamas menerima.
“Kami berharap mereka menerimanya; sejauh ini tampaknya proposal itu realistis,” kata Paus kepada wartawan di luar Villa Barberini sebelum kembali ke Vatikan pada Selasa (30/9/2025).
Advertisement
Ia menekankan pentingnya gencatan senjata dan pembebasan para sandera, seraya menambahkan bahwa ada elemen-elemen yang sangat menarik dalam proposal tersebut.
Terkait armada kemanusiaan yang mendekati Gaza di tengah ketegangan yang sedang berlangsung, Paus Leo menegaskan pentingnya pengiriman bantuan secara segera.
BACA JUGA: Pemda DIY Belum Putuskan Lanjut Program Sampah Jadi Energi
“Ada keinginan untuk merespons darurat kemanusiaan yang nyata,” katanya, sambil menyatakan harapan agar tidak terjadi kekerasan dan semua orang dihormati.
Paus juga menyampaikan keprihatinannya terhadap retorika terbaru dari AS tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir, setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumpulkan para pemimpin militer di bawah lembaga yang kini berganti nama menjadi Departemen Perang.
“Cara berbicara seperti ini mengkhawatirkan,” ujarnya, seraya mencatat bahwa hal tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan.
“Kami berharap ini hanya retorika. Kami berharap rencana ini berhasil, tapi jangan sampai terjadi perang; kita harus bekerja demi perdamaian,” tambah Paus.
Sebelumnya pada Senin (29/9/2025) Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri perang Israel di Gaza dalam konferensi pers di Gedung Putih bersama kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
Rencana tersebut menyerukan pembebasan semua sandera Israel dengan imbalan pembebasan puluhan tahanan Palestina, pelucutan senjata Hamas secara menyeluruh, penarikan bertahap pasukan Israel, serta pembentukan komite teknokratik dan apolitis Palestina untuk memerintah Gaza.
Rencana tersebut juga menyebutkan kemungkinan adanya jalan menuju penentuan nasib sendiri dan negara merdeka bagi Palestina, namun bukan sebagai jaminan.
Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah membunuh lebih dari 66.000 warga Palestina di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Pengeboman tanpa henti telah membuat wilayah kantong Palestina tersebut tidak layak huni, serta menyebabkan kelaparan massal dan penyebaran penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Tertabrak Kereta di Grobogan, 4 Tewas Termasuk Anak Balita
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
Advertisement
Advertisement






