Advertisement
Evakuasi WNI dari Nepal Terus Berlanjut, 57 Orang Sudah Dipulangkan
Pemuda Nepal menggelar protes anti-pemerintah di Kathmandu, Nepal (8/9/2025). ANTARA - Anadolu
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Nepal terus dilakukan pemerintah. Kementerian Luar Negeri memastikan evakuasi berjalan bertahap, dengan 57 WNI telah dipulangkan hingga Sabtu (13/9/2025) dan sisanya segera menyusul.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengemukakan, pemulangan WNI dari Nepal sudah dilakukan sejak 11 September 2025 secara berangsur-angsur menyusul adanya insiden kerusuhan di negara tersebut.
Advertisement
Menurutnya, pada 11 September 2025, sudah dilakukan pemulangan sebanyak 18 WNI. Kemudian, pada 12 September 2025, dilakukan pemulangan terhadap 22 WNI.
"Hari ini jam 13.00 waktu Kathmandu dan malam waktu Indonesia akan ada 17 WNI pulang sehingga total ada 57 WNI yang kita pulangkan per tanggal 13 September 2025 ini," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
BACA JUGA: Banjir Bali Renggut 17 Nyawa, Kerusakan Meluas ke Empat Kabupaten
Menurut Judha, pemulangan WNI di Negara Nepal bakal terus berlanjut hingga seluruh WNI tidak ada lagi di Nepal. Judha menjelaskan dari data Kementerian Luar Negeri, total jumlah WNI di Nepal ada sebanyak 134 orang.
"Total ada 134 orang, 56 di antaranya memang tinggal di Nepal. Sisanya itu wisatawan," katanya.
Menurutnya, pada Minggu, 14 September 2025, ada 17 WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia. Kemudian, 15 September dan 18 September 2025, masing-masing ada dua WNI yang dipulangkan ke Tanah Air.
"Jadi total insyaallah pada tanggal 18 September nanti, seluruh WNI yang telah melakukan kunjungan singkat dapat kembali pulang ke Indonesia," ujarnya
Lebih lanjut, kata Judha, untuk WNI yang tinggal di Nepal akan mendapatkan perlindungan dari KBRI Dhaka.
Dia pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi, seperti kontingensi untuk pengamanan WNI yang tinggal di Nepal.
"Tentu, jadi KBRI Dhaka sudah menyusun rencana kontingensi. Ini rencana kontingensi untuk perlindungan warga negara Indonesia mengantisipasi jika terjadi eskalasi lebih lanjut," tuturnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Pernyataan Sikap UII Terkait Konflik Iran dan Kebijakan Dalam Negeri
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2, Duel Sengit di Babak Pertama
- Aramco Tutup Kilang Ras Tanura Seusai Serangan Drone
- Polisi Ungkap Bubuk Mercon Korban Dibeli via COD
- Apple Tunda Rilis iPad Lipat 18 Inci ke 2029
- KPK Dalami Dugaan Mark Up di Program Makan Bergizi Gratis
- Film Indonesia Maret 2026, Horor Lebaran Mendominasi
- PSM Makassar Kalah 2-4 dari Persita
Advertisement
Advertisement





