Wisata Tak Sekadar Foto, Kemenpar Garap Paket Tematik di Jogja
Kemenpar mengajak agen perjalanan mengembangkan wisata tematik Jogja dan Borobudur berbasis gastronomi, budaya, sejarah, serta kebugaran.
Foto ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja, KARANGANYAR—Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menyita uang senilai total Rp546 juta dari dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan aset desa di Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Penyitaan dilakukan sebagai bentuk pengembalian kerugian negara dalam perkara tersebut. Kepala Seksi Intelijen Kejari Karanganyar, Bonard David Yuniarto, mengungkapkan penyitaan dilakukan pada Kamis (4/9/2025).
Uang disita dari dua tersangka, masing-masing Harga Satata, Kepala Desa Jaten nonaktif, dan Dono Raharjo, investor proyek pembangunan ruko di atas tanah desa tersebut. Dari tersangka Dono Raharjo, Kejari menyita Rp300 juta dan dari tersangka Harga Satata senilai Rp246 juta.
"Ini sebagai bentuk pengembalian kerugian negara," ujar Bonard kepada Espos, Kamis. Bonard mengatakan dalam perkara ini, Kejari Karanganyar telah menetapkan dua tersangka.
Harga Satata terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, disusul Dono Raharjo, yang merupakan warga Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Dono Raharjo ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa (5/8/2025).
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar, Hartanto, menambahkan para tersangka diduga kuat melanggar sejumlah pasal dalam Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, antara lain Pasal 12 huruf h Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001.
Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup dan valid. Dua alat bukti ini menunjukkan adanya perbuatan melawan hukum dari para tersangka, yang menimbulkan kerugian bagi Desa Jaten.
Dono Raharjo selaku investor membangun ruko di atas tanah bengkok Desa Jaten dengan nilai investasi sekitar Rp4 miliar. Penyidik menilai pembangunan tersebut dilakukan tanpa prosedur yang sah, sehingga merugikan keuangan desa. Hartanto menambahkan hingga saat ini belum ditemukan bukti baru yang cukup untuk menetapkan tersangka lain.
"Penyidikan masih berjalan. Namun untuk sementara, baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik kemungkinan akan menyatakan berkas perkara ini P21 dalam waktu dekat," kata Hartanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenpar mengajak agen perjalanan mengembangkan wisata tematik Jogja dan Borobudur berbasis gastronomi, budaya, sejarah, serta kebugaran.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.
Giorgio Chiellini pernah mengkritik Mario Balotelli dan Felipe Melo dalam autobiografinya. Pernyataannya memicu kontroversi hingga berujung permintaan maaf.