Advertisement
Presiden Prabowo Beri Perhatian Serius Masalah Truk ODOL
Ilustrasi penertiban truk ODOL. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi serius terhadap penanganan kendaraan over dimension over loading (ODOL) demi meningkatkan keselamatan transportasi jalan nasional.
"Pak Presiden (Prabowo Subianto) menyampaikan atensi yang serius terhadap isu penanganan lebih dimensi dan lebih muatan ini," kata Yusuf dalam dalam Forum Kramat bertajuk 'Zero ODOL Policy' yang digelar di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Advertisement
Dia mengatakan atensi itu khususnya terkait dengan peningkatan aspek keselamatan dalam rangka menekan tingkat fatalitas kecelakaan di jalan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan penanganan kendaraan over dimension over loading (ODOL) telah menjadi perhatian sejak lahirnya Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009.
Meski regulasi telah ada, Yusuf mengakui jika implementasi di lapangan masih belum optimal, terlihat masih adanya angka kecelakaan lalu lintas akibat angkutan barang yang kelebihan muatan di berbagai wilayah.
Pemerintah menilai keselamatan jalan perlu menjadi prioritas strategis, terlebih angka kecelakaan masih tinggi dan membahayakan nyawa pengguna jalan, termasuk pengemudi kendaraan angkutan barang.
Yusuf mengaku bahwa Presiden Prabowo telah memberi perhatian serius terhadap isu ODOL dan hal itu juga menjadi pembahasan secara komprehensif bersama Komisi V DPR RI pada rapat yang digelar pada 17 April 2025 lalu.
Dia menyebutkan data kecelakaan pada Maret 2024 tercatat 1.607 kasus, sedangkan April 2024 turun menjadi 1.400 kasus, menunjukkan dampak positif dari pembatasan operasional angkutan barang saat momen tertentu.
Begitu pula pada Maret 2025 tercatat 1.823 kasus kecelakaan, dan turun menjadi 1.415 kasus di April 2025, atau terjadi penurunan sebesar 22,38 persen akibat langkah strategis pemerintah.
Dengan tren positif tersebut, Kemenhub optimistis penanganan ODOL yang lebih terintegrasi akan mendorong peningkatan keselamatan jalan dan perlindungan menyeluruh terhadap seluruh pelaku sistem angkutan barang nasional.
"Harapannya penanganan lebih dimensi dan lebih muatan tentunya bisa mendorong peningkatan nilai keselamatan di jalan khususnya," kata pula.
"Hal ini tentunya bukan hanya terhadap kendaraannya saja tetapi kami ingin memberikan perhatian kepada seluruh aspek yang terlibat dalam sistem pengelolaan angkutan barang itu sendiri," tambah Yusuf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Pantai Baron Sabtu 17 Januari 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal DAMRI ke Bandara YIA, Jumat 16 Januari 2026
- BMW M3 Listrik 2027: Monster 700 HP dengan Teknologi 'Heart of Joy'
- Jadwal KA Bandara Jogja Hari Ini, Jumat 16 Januari 2026
- Real Madrid Tersingkir, Albacete Ukir Sejarah Copa del Rey
- Izin Kampus Kedokteran SMVDMI Dicabut, Picu Polemik Politik
- Roma Ikuti Kota Eropa, Pangkas Kecepatan Kendaraan Jadi 30 Km Per Jam
- Prakiraan Cuaca Jogja: Jogja dan Sekitarnya Hujan Sedang
Advertisement
Advertisement




