Advertisement
Kurangi Ketergantungan Impor, Kemenkes Kerja Sama Produksi Alkes Dalam Negeri
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono (kedua kanan) saat konferensi pers acara "ASEAN - Japan Medical Devices Regulatory Training 2025", di Jakarta, Rabu (14/5/2025). ANTARA - Anita Permata Dewi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan multipihak untuk bisa memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan.
"Kita kembangkan dalam beberapa tahun ini, bekerja sama dengan swasta, BUMN, dan sebagainya, untuk bisa memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri, sehingga kita bisa merdeka tanpa tergantung dari negara lain," kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwonodalam acara "ASEAN - Japan Medical Devices Regulatory Training 2025", di Jakarta, Rabu.
Advertisement
Terkait upaya ini, Kemenkes bersama Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) Jepang dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia mengadakan pelatihan regulasi alat kesehatan ASEAN-Jepang 2025.
Pihaknya pun menekankan pentingnya meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) alat-alat kesehatan.
"Tahap demi tahap mulai ditingkatkan kandungan dalam negerinya, sehingga nanti kita bisa memproduksi sendiri dan mungkin kita bisa ekspor ke beberapa negara," kata Dante Saksono Harbuwono.
BACA JUGA: Pasar Murah Caturharjo, 12 Ton Bahan Pokok Ludes Diserbu Warga
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Hamdi Muluk mengatakan para peneliti Universitas Indonesia siap berkolaborasi dengan industri untuk mengembangkan riset dan inovasi alat-alat kesehatan.
"Universitas Indonesia sangat siap untuk menyediakan peneliti dan berkolaborasi dengan industri, tentu juga dengan badan regulatory supaya kita bisa mengembangkan alat-alat medical device," kata Hamdi Muluk.
Upaya ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor kebutuhan peralatan medis dalam negeri.
"Bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang dari luar negeri. Jadi kita juga harus mengembangkan riset inovasi untuk membuat peralatannya jauh lebih bagus, kita bisa mengurangi ketergantungan dan sustainable ya, kalau kita bisa produksi sendiri," kata Hamdi Muluk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Bayar Dua Kali Lipat di Parangtritis, Ini Kata Dinpar Bantul
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Tak Semua Orang Perlu Multivitamin Ini Kata Ahli Gizi
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Ambisi Calafiori Bawa Timnas Italia Akhiri Kutukan Absen Piala Dunia
- Satoria Hotel Yogyakarta Hadirkan Paket Halalbihalal Magical Raya
Advertisement
Advertisement







