Bapanas Salurkan 18,4 Juta KPM Bantuan Beras dan Minyakita
Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan beras dan Minyakita telah mencapai 55,37% dari target 33,2 juta KPM hingga Juni 2026.
Sebanyak 50 orang mendapat pelatihan membatik dan digital marketing di Komunitas Difabelzone Yogyakarta Bajang, Wijirejo, Pandak, Kabupaten Bantul, Rabu (7/5/2025). Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk komunitas difabel, PT Pegadaian bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar pelatihan membatik dan digital marketing bagi 50 peserta difabel di Markas Komunitas Difabelzone Yogyakarta Bajang, Wijirejo, Pandak, Kabupaten Bantul, Rabu (7/5/2025).
Menurut Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Yogyakarta, Mushonif, kegiatan tersebut bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat khususnya kalangan difabel agar mereka memiliki skill membatik. Selain skill membatik, komunitas difabelzone ini juga akan mendapatkan pendampingan promosi, pengelolaan keuangan hingga manajerial sumber daya manusianya.
BACA JUGA: Kisah Inspiratif Triyono Membangun Difa Bike, Ojek Penyandang Disabilitas di Jogja
Keterampilan tersebut diharapkan nanti dapat membantu para difabel untuk membiayai hidupnya dan memberikan keuntungan secara finansial. "Nah, hasil keuntungan itu kami edukasi agar bisa ditabung atau dibelikan emas. Kami harapkan ke depan tidak ada lagi keluarga yang hidupnya tidak sejahtera," kata Mushonif di sela kegiatan.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), baik Pegadaian, PNM maupun BRI yang tergabung dalam satu holding BRI Group, terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat. Mereka juga menyediakan pemodalan atau pembiayaan bagi Komunitas Difabelzone untuk mengembangkan usahanya.
"Mereka [para disabel ini] dilatih dari nol. Ada juga yang sudah punya skill tapi kami tingkatkan. Proses pendampingan ini kami lakukan sampai mereka paham membatik kemudian memasarkan produknya. Komunitas Difabelzone ini menjadi wadah usaha mereka ke depan," katanya.
Tidak hanya melakukan pelatihan dan pendampingan, kata Mushonif, Pegadaian juga menyalurkan bantuan berupa peralatan mesin jahit dan mesin bross bagi Komunitas Difabelzone di Bantul itu. "Ini bantuan alat penunjang usaha yang kami berikan kepada Komunitas Disabelzone. Bantuan yang diberikan kami salurkan secara bertahap dalam bentuk kegiatan TJSL," katanya.
Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto menambahkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pegadaian kepada para difabel. Hal itu sebagai pelaksanaan TJSL perusahaan.
"Jadi, perusahaan tidak selalu mengutamakan bisnis semata akan tetapi juga berupaya memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas," tambahnya.
Manager Bisnis ULaMM PNM Cabang Yogyakarta Wahyu Wibowo menambahkan kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya untuk memberikan kesetaraan dan kesempatan yang sama kepada semua lapisan masyarakat dalam memperoleh kesempatan bekerja dan berwiraswasta.
Dengan menguasai keterampilan membatik, komunitas disabilitas dapat berdiri sendiri dengan penguasaan skill yang sudah optimal. Sehingga, dapat menjadi motivasi komunitas difabel lainnya. Selain memproduksi diharapkan komunitas disabilitas dapat memasarkan produknya secara luas baik di ranah offline maupun online.
"Kami berharap, Komunitas Difabelzone dapat memperoleh pengetahuan baru dan kesempatan bekerja hingga berwiraswasta. Dengan kegiatan ini memberikan bukti bahwa PNM dapat bertanggungjawab atas kewajiban Tanggung Jawab Sosial dan Masyarakat sekitar," katanya.
Lurah Triharjo, Pandak Bantul, Suwardi berharap pelatihan tersebut bisa membantu masyarakat khususnya kalangan difabel agar memiliki keterampilan dan mandiri. "Kami juga berharap para peserta juga serius mengikuti pelatihan ini. Tentu diharapkan produk-produk yang dihasilkan nantinya dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan beras dan Minyakita telah mencapai 55,37% dari target 33,2 juta KPM hingga Juni 2026.
Tiga lurah di Depok, Sleman terseret kasus Tanah Kas Desa. Dugaan korupsi TKD menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.
KPK melelang 108 aset rampasan koruptor senilai Rp311 miliar. Barang milik Syahrul Yasin Limpo hingga tanah dan kendaraan ikut ditawarkan.
2,3 juta anak Indonesia belum mendapat imunisasi. Pakar UMY mengingatkan risiko wabah penyakit dan pentingnya imunisasi dasar lengkap.
Film Jogja RBMT masuk kompetisi utama Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing di tujuh kategori penghargaan bergengsi.