Menkeu Purbaya: Belanja Negara Tembus Rp1.365 Triliun
Realisasi APBN 2026 hingga Mei mencatat belanja Rp1.365 triliun dan defisit Rp180 triliun. Menkeu Purbaya sebut fiskal tetap aman.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai bendahara negara dan tidak memiliki rencana untuk mundur dari jabatannya. Ia menyebut seluruh langkah yang diambilnya selama ini merupakan bagian dari arahan Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026), di tengah beredarnya isu yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari posisi Menteri Keuangan.
“Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” ujar Purbaya sambil berkelakar.
Ia juga mempertanyakan asal mula isu pengunduran dirinya yang sempat ramai diperbincangkan publik. Menurutnya, rumor tersebut tidak berdasar dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tetap fokus menjalankan tugas pengelolaan fiskal negara sesuai mandat pemerintah, termasuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Isu muncul di tengah agenda DPR
Rumor pengunduran diri Purbaya mencuat setelah dirinya menghadiri Rapat Paripurna DPR RI terkait revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam agenda tersebut, ia juga mengikuti pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) bersama para anggota dewan.
Usai rapat, Purbaya sempat menyampaikan perkembangan realisasi APBN hingga akhir Mei 2026.
Kinerja APBN masih terjaga
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN per Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini dinilai masih dalam batas aman.
Pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun, dengan pertumbuhan 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, belanja negara terealisasi Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN Rp3.842,7 triliun, dengan pertumbuhan cukup tinggi mencapai 34,4 persen (yoy).
Fiskal dinilai masih sehat
Dengan capaian tersebut, keseimbangan primer APBN tercatat surplus Rp58,6 triliun. Kondisi ini menunjukkan posisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan, belanja, dan pengelolaan utang.
Pemerintah menilai kinerja APBN hingga pertengahan 2026 masih berada pada jalur yang stabil, meski tetap mewaspadai dinamika ekonomi global yang dapat memengaruhi penerimaan dan belanja negara ke depan.
Purbaya menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga kesinambungan fiskal dan memastikan seluruh program prioritas pemerintah tetap berjalan sesuai rencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Realisasi APBN 2026 hingga Mei mencatat belanja Rp1.365 triliun dan defisit Rp180 triliun. Menkeu Purbaya sebut fiskal tetap aman.
Kemnaker menegaskan komitmen menindaklanjuti laporan PHK, perlindungan pekerja, hingga K3 demi hubungan industrial yang adil dan kondusif.
Bank Mandiri Taspen melalui program Glow and Grow dorong pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif lewat edukasi dan pemberdayaan lansia.
Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan beras dan Minyakita telah mencapai 55,37% dari target 33,2 juta KPM hingga Juni 2026.
Pemkab Kulonprogo evaluasi dampak embarkasi haji yang dinilai belum optimal bagi UMKM dan hotel. Okupansi masih stagnan 25%.
Qodari dorong ANTARA perkuat jurnalisme data, transformasi digital, dan jaringan daerah agar tetap relevan di era media digital 2026.