Bapanas Salurkan 18,4 Juta KPM Bantuan Beras dan Minyakita

Newswire
Newswire Sabtu, 06 Juni 2026 12:37 WIB
Bapanas Salurkan 18,4 Juta KPM Bantuan Beras dan Minyakita

Foto ilustrasi penyaluran bantuan sembako. - ist

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Badan Pangan Nasional (Bapanas)) melaporkan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng Minyakita telah mencapai 55,37 persen dari total target 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) hingga awal Juni 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan hingga 5 Juni 2026, bantuan pangan telah diterima oleh sekitar 18,4 juta KPM di seluruh Indonesia.

“Realisasi salur bantuan pangan secara nasional telah mencapai 55,37 persen,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Ratusan ribu ton beras dan Minyakita disalurkan

Secara keseluruhan, program ini membutuhkan 664,9 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng Minyakita. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sisa sekitar 296,7 ribu ton beras dan 59,3 ribu kiloliter Minyakita yang akan disalurkan hingga akhir Juni 2026.

Bapanas memastikan stok yang dikelola Perum Bulog masih dalam kondisi aman, termasuk cadangan beras nasional yang mencapai 5,3 juta ton.

Menurut Ketut, pengadaan Minyakita untuk program bantuan pangan juga telah hampir rampung, dengan capaian mendekati 99 persen atau sekitar 131,4 ribu kiloliter.

Stok aman, distribusi terus digenjot

Pemerintah menyebut penyaluran Minyakita dilakukan melalui berbagai kantor wilayah Bulog, dengan beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat masih dalam tahap penyelesaian akhir pengadaan.

Ketut menjelaskan, setelah proses penyaluran bantuan pangan selesai pada akhir Juni, distribusi Minyakita akan difokuskan ke pasar rakyat untuk menjaga stabilitas harga.

“Stok Minyakita pemerintah yang dikelola Bulog selanjutnya bakal disalurkan seluruhnya ke pasar-pasar rakyat,” katanya.

Pengendalian harga dan stabilitas pangan

Program bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis di tingkat konsumen.

Selain distribusi bantuan, pemerintah juga memperkuat pasokan Minyakita untuk meredam potensi gejolak harga di pasar.

Anggaran program bantuan pangan sendiri telah disiapkan sebesar Rp14,074 triliun, yang digunakan untuk menjamin kelancaran distribusi kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Dorong kesejahteraan petani

Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menyebutkan, peningkatan produksi dalam negeri menjadi kunci agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan beras dan minyak goreng tanpa ketergantungan impor.

“Kita ingin petani semakin sejahtera. Fokus pemerintah tidak hanya produksi, tetapi juga nilai ekonomi hasil pertanian,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online