Advertisement
Pentagon Investigasi Kebocoran Data Seusai Kritik Elon Musk
Ilustrasi / Pentagon atau Gedung Kementerian Pertahanan AS. (Xinhua)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pentagon telah memulai investigasi menggunakan uji poligraf untuk melacak sumber dugaan kebocoran data, menyusul kritik miliarder AS Elon Musk terhadap pejabat yang dituding menyebarkan "informasi palsu" terkait hubungan militernya, demikian dilaporkan Bloomberg pada Sabtu (22/3/2025).
Penyelidikan ini dimulai setelah Joe Kasper, Kepala Staf Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menyerukan penyelidikan atas "pengungkapan tidak sah" terhadap informasi sensitif yang menyangkut keamanan nasional. Kasper juga mendesak agar pihak yang bertanggung jawab dibawa ke ranah hukum untuk dituntut secara pidana.
Advertisement
"Investigasi terhadap kebocoran ini akan segera dimulai dan berujung pada laporan kepada Menteri Pertahanan. Laporan tersebut akan mencakup catatan lengkap mengenai pengungkapan informasi yang tidak sah di dalam Departemen Pertahanan, serta rekomendasi untuk meningkatkan upaya pencegahan kebocoran serupa di masa depan," tulis Kasper dalam memo internal yang dipublikasikan Jumat malam.
BACA JUGA: Pentagon Kerahkan 500 Personel Bantu Padamkan dan Penyelamatan Kebakaran di California
Musk, yang perusahaannya memiliki kontrak pertahanan bernilai miliaran dolar, mengunjungi Pentagon pada Jumat (21/3) untuk membahas efisiensi biaya dan inovasi.
Namun, kontroversi mencuat bahkan sebelum kedatangannya, setelah The New York Times melaporkan bahwa Musk dijadwalkan menerima pengarahan rahasia tingkat tinggi mengenai strategi militer AS dalam menghadapi potensi konflik dengan China.
Mengutip beberapa sumber, media tersebut mengungkap kekhawatiran mengenai akses Musk terhadap materi rahasia, mengingat hubungan bisnisnya yang luas serta pernyataan sebelumnya tentang Beijing, termasuk klaimnya bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari China.
Terlepas dari laporan tersebut, Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Hegseth membantah adanya rencana untuk memberikan akses intelijen tingkat tinggi kepada Musk.
Di tengah meningkatnya sorotan, Musk menggunakan platform media sosialnya, X, untuk menyerukan tindakan hukum terhadap pejabat Pentagon yang disebutnya telah membocorkan informasi menyesatkan kepada media.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







