Advertisement
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Kepulauan Banda
Foti ilustrasi seismograf gempa bumi / StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa dengan magnitudo (MG) 6,0 mengguncang Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Malauku, pada Sabtu (1/3) pukul 04.58 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berada di titik koordinat 5,81 lintang selatan dan 130,68 bujur timur dan berpusat di laut sekitar 167 km Tenggara Banda.
Advertisement
.jpg)
Gempa berada di kedalaman 158 kilometer dan dirasakan pada skala MMI II di Banda Naira, II di Sorong, dan Samulaki.
Belum ada laporan terkait daampak dari gempa bumi ini
Kepulauan Banda adalah salah satu gugusan pulau yang berada dalam wilayah Maluku, Indonesia. Kepulauan Banda termasuk dalam wilayah Kecamatan Banda dengan wilayah administratif daratan seluas 55,3 km². Pada tahun 2000, mayoritas produksi pala dunia masih berasal dari Kepulauan Banda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
Advertisement
Advertisement







