Advertisement
Diskusi Kemenperin dan Apple Soal Investasi Berlangsung Lebih dari 2 Jam, Ini Hasilnya
Nick Amman, Vice President of Global Policy Apple, bersama jajaran tiba di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (7/1/2025). - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Negosiasi Apple Inc. dengan Kementerian Perindustrian telah berlangsung sore ini selama kurang lebih 2 jam. Dalam diskusi itu dibahas mengenai proposal investasi yang ditawarkan Apple kepada pemerintah Indonesia.
Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman mengatakan diskusi yang berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga 17.45 WIB itu berlangsung dengan baik. “Great disscussion,” kata Nick seusai negosiasi di Kantor Kemenperin, Selasa (7/11/2024).
Advertisement
Apple tampak menyambangi Kantor Kemenperin pada pukul 14.30 WIB dan baru melakukan pertemuan dengan Menperin pada 15.30 WIB. Pertemuan dengan Menperin hanya berlangsung 30 menit kemudian dilanjutkan dengan negosiasi di Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika (Ilmate).
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, tim dari Apple yang datang ke kantor Kemenperin sebanyak empat orang, dan tim teknis Kemenperin sebanyak enam orang.
Agus memastikan akan ikut memonitor perkembangan dari negosiasi yang berlangsung.
Meski begitu, dia belum dapat memastikan angka investasi yang ditawarkan Apple dalam proposal resmi yang diterima Kemenperin. Akan tetapi jika nilainya sebesar US$1 miliar sebagaimana dikabarkan beberapa waktu lalu, maka menurut dia angka tersebut masih belum cukup.
Adapun, proposal tersebut telah diterima pihaknya pada 6 Januari 2025 kemarin dan sedang dalam tahap negosiasi bersama tim teknis Kemenperin dan Apple hari ini. “Saya sampaikan bahwa tidak ada time frame yang kami tetapkan. Bisa done deal hari ini. Bisa done deal malam ini. Bisa done deal besok. Bisa done deal next week. Bisa next month. Jadi, untuk waktu kami tidak tetapkan target. Yang kami tetapkan target itu adalah substansinya,” ujarnya.
Di sisi lain, Agus juga menyampaikan kepada perwakilan Apple yang hadir yakni Nick Amman selaku Vice President of Global Policy Apple bahwa isu terkait dengan Apple yang belum memenuhi TKDN menjadi perhatian masyarakat. “Berdasarkan sebut saja survei-survei yang ada di masyarakat, publik itu mendukung Kemenperin. Jadi, pihak Apple harus tahu itu. Jadi kami di Kemenperin itu melakukan negosiasi dengan Apple sebagai tugas kami. Kami diawasi oleh masyarakat. Kami tahu betul perasaan masyarakat,” jelasnya.
Namun yang jelas, masyarakat Indonesia mendorong agar Apple bisa menciptakan lapangan kerja melalui pembangunan fasilitas produksi atau pabrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh
- Bus Damri Tanpa Dokumen Ditahan di Terminal Tirtonadi Solo
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- Lalu Lintas Melandai, Korlantas Hentikan One Way Nasional Rabu Sore
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
Advertisement
Advertisement





