Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Ilustrasi penampakan Bumi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— TNI Angkatan Udara bakal membentuk satuan antariksa dapat memperkuat TNI AU atau memperluas tugas dan kewenangan TNI AU.
Menurut Ahli Pertahanan Andi Widjajanto situasinya saat ini TNI Angkatan Udara telah menggunakan teknologi antariksa untuk mengendalikan alutsista-alutsistanya. “Secara de facto, sebetulnya TNI Angkatan Udara sudah berkaitan dengan space (antariksa), karena mau tidak mau pergerakan-pergerakan alutsista kita di semua matra harus mengandalkan satelit," katanya dikutip Jumat (27/9/2024).
BACA JUGA: Presiden Jokowi Ajak Cucu Kunjungi Pameran Alutsista di Monas
"Ya pada akhirnya penguasaan space harus menjadi salah satu yang terintegrasi dengan angkatan kita,” kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Periode 2022–2023 itu saat menjadi pembicara dalam acara diskusi di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat, Jakarta, Kamis.
Penasihat senior Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45) mengatakan sejauh ini beberapa negara membentuk angkatan atau matra tersendiri untuk antariksa (space force). Namun untuk situasi di Indonesia, arahnya kemungkinan untuk memperluas atau memperkuat TNI Angkatan Udara.
Beberapa negara yang saat ini telah membentuk matra tersendiri untuk antariksa, yaitu Amerika Serikat pada 2019 dan China pada 2024. Di China, matra keempatnya itu mencakup antariksa (aerospace force), siber (cyberspace force), informasi (information support force), dan logistik (logistics support force).
Sementara di AS, matra antariksanya merupakan peningkatan dari komando gabungan (air force space command). Di negara-negara lain, misalnya Perancis, Kolombia, Iran, Rusia, dan Spanyol, mereka memperluas kekuatan matra udaranya untuk mencakup wilayah antariksa.
Wacana membentuk satuan antariksa itu diungkap Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam amanatnya yang dibacakan saat seminar terkait satuan antariksa di Yogyakarta, Kamis.
Dalam amanatnya itu, Marsekal Tonny menyebut antariksa adalah masa depan pertahanan Indonesia. “Penguasaan ruang angkasa akan menjadi kunci kedaulatan nasional pada era modern ini," kata KSAU.
Oleh karena itu, dia menyebut berbagai persiapan untuk membentuk satuan antariksa perlu dimulai, termasuk di antaranya terkait penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi dan kemampuan prajurit, serta investasi terhadap teknologi dan alutsista terkait keantariksaan.
Oleh karena itu, Tonny menyebut TNI AU terbuka untuk belajar dan berkolaborasi dengan negara lain demi mematangkan konsep satuan ruang angkasa yang akan dibangun.
"Kita juga harus belajar dari pengalaman negara yang lain yang telah lebih dulu membentuk satuan antariksa seperti Amerika, Australia dan Prancis untuk memahami insight, best practice untuk implementasi lebih lanjut di Indonesia," kata KSAU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.