Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Tangkapan layar dampak kerusakan akibat gempa di Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024)
Harianjogja.com, JOGJA—BMKG merilis Gempa berkekuatan magnitudo 4,9 terjadi di Kab Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024). Kuatnya gempa dirasakan di Majalaya intensitas III-IV MMI, Banjaran III MMI , Lembang, Parompong, Bandung Barat, Baleendah, Garut, Cileunyi II-III MMI.
Gempa di Bandung itu menyebabkan sejumlah kerusakan pada sejumlah bangunan. Sejumlah video yang disebar ke media sosial memperlihatkan beberapa kerusakan bangunan. Tidak hanya rumah warga, sekolah juga terlihat rusak.
Berikut video kerusakan akibat gempa di Bandung pada Rabu (18/9/2024). Video detik-detik gempa di Bandung.
Gempa magnitudo 5.0 mengguncang Bandung propinsi Jawa Barat, Indonesia (18/09/2024) pic.twitter.com/iFQ5q0Hnyy
— Indonesia Weather & Disaster (@IndoTropical) September 18, 2024
— SamiHarjo (@InfoJogja1) September 18, 2024
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa terjadi pukul 09.41.08 WIB di Kab Bandung. Episenter terletak pada koordinat 7,23° LS ; 107,65° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 25 km tenggara Kabupaten Bandung.
"Gempa yang terjadi di Bandung merupakan Gempa Kerak Dangkal (shallow crustal earthquake) di kedalaman 10 km. Guncangan paling kuat di Majalaya dalam skala intensitas IV MMI," tuturnya melalui akun @daryonoBMKG, Rabu.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjutnya, gempa di Bandung M4,9 merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Garsela.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," ujarnya.
Hingga pukul 10.10 WIB, hasil monitoring BMKG untuk Gempa Kab Bandung M4,9 menunjukkan adanya 5 (lima) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M3.1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.