BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak - Kementerian PUPR
Harianjogja.com, SEMARANG—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), mencatat adanya hutan mangrove seluas 46 hektare telah raib dilahap proyek pembangunan ruas jalan tol Semarang-Demak. Proyek strategis nasional (PSN) yang dilakukan pemerintah pada 2023 itu berimbas pada ekosistem lingkungan hidup.
Sub koordinator Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir DKP Jateng, Benovita Dwi Saraswati, mengatakan hutan mangrove atau pohon bakau yang mati itu terletak di sejumlah titik di pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Ada 46 hektare lahan mangrove yang hilang imbas pembangunan seksi 1 ruas tol Semarang-Sayung.
“Yang kena tol itu baik yang kena dampak langsung maupun tidak langsung itu sekitar 46 hektare,” kata Benovita dikutip JIBI/Solopos, Selasa (23/7/2024).
Benovita menjelaskan, mangrove yang terkena dampak langsung berlokasi di zona pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak sehingga harus ditebang. Adapun dampak tidak langsung, yakni mangrove di sekitar lokasi proyek yang mati karena tidak mendapat suplai air laut maupun air darat dikarenakan alirannya terhalang trase Jalan Tol Semarang-Demak.
“Mangrove ini perlu air laut sama air darat supaya bisa tumbuh, ketika ditutup tanggul otomatis mangrove sisi selatan enggak kena air laut ini pasti mati, ini dampak enggak langsung dari pembangunan tol,” jelasnya
Padahal mangrove itu, tergolong cukup tua dengan usia di atas 10 tahun. Dari 46 hektare tanaman bakau itu, kebanyakan mati terkena dampak tidak langsung dengan lokasi terbanyak di Kabupaten Demak.
“Totalnya 46 hektare, banyak dampak enggak langsungnya yang langsungnya sedikit. Itu sudah dalam bentuk hutan, sudah tua sudah lama lebih dari 10 tahunan,” katanya.
Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah pusat mengupayakan revegetasi atau penanaman kembali untuk mengganti tanaman mangrove terdampak Jalan Tol Semarang-Demak dengan luas yang sama. Saat ini, masih dilakukan survei menentukan lokasi yang tepat.
Pemprovmenggandeng akademisi dari Universitas Doponegoro (Undip) Semarang untuk menentukan lokasi penanaman bibit mangrove sebagai pengganti yang terdampak Jalan Tol Semarang-Demak. Kriterianya tanah harus subur agar bisa hidup serta status tanah tidak ada hak miliknya.
“Kalau menanam lagi berati di lokasi yang dia menjamin tumbuh jadi gak asal tanam, diganti tapi harus dijamin bisa tumbuh. Dari survei yang cocok Demak semua, kalau Semarang ada proyek pelabuhan, lokasi tanahnya areanya enggak ada,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.