Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, DENPASAR—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan hampir setengah populasi penduduk di dunia kesulitan akses air dan sanitasi.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tri Tharyat menuturkan hal tersebut sebagaimana termuat dalam laporan The United Nations World Water Development Report 2024.
"Laporan UN Water ini institusi yang dibentuk Sekjen PBB menyedihkan. Laporannya bahwa pada UN Water 2024 pada tahun 2022 sekitar setengah dari populasi dunia mengalami situasi kelangkaan air parah," tuturnya dalam Konferensi Pers di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (19/5/2024).
Rinciannya sebanyak 2,2 miliar orang hidup tanpa akses air minum dan air bersih. Sementara itu, 3,5 miliar di antaranya kekurangan akses terhadap sanitasi.
Akibatnya, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6 terkait menjamin ketersediaan dan pelaksanaan air dan sanitasi tidak berjalan sesuai rencana.
"Kalau secara umum laporan sekjen PBB dari target tahun 2030 di 2023 [capaian SDGs] baru setengahnya. Secara umum negara berkembang baru mencapai 12 persen," katanya.
Dengan demikian, hal tersebut dilaporkan bakal menjadi isu serius yang dibahas dalam gelaran World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali pada 18—25 Mei 2024.
Sementara itu, capaian SDGs Indonesia dilaporkan telah cukup mendominasi. Posisinya melebihi 66% pada 2023.
BACA JUGA: Pesawat Jatuh di BSD, Kemenhub: Penjelasan Detail Tunggu Koordinasi
Berkenaan dengan gelaran WWF 2024, setidaknya terdapat 4 hal pokok yang diperjuangkan oleh Indonesia. Pertama, terkait dengan kesepakatan internasional melalui sidang majelis umum PBB terkait penetapan hari danau sedunia.
Kedua, kesepakatan untuk kembali usulan Indonesia membentuk center of excellence terkait isu air dan perubahan iklim dan resilensi dari 2 situasi yang ada.
Ketiga, terkait dengan integrated water resources management khususnya di pulau-pulau kecil yang menjadi kepentingan sejumlah negara berkembang.
"Keempat, adalah upaya Indonesia untuk meninggalkan memberikan legacy dengan jumlah proyek konkret di bidang air. Ada datanya disampaikan secara resmi lebih dari 100 proyek yang sudah dikurasi Bappenas, Kemenko Marves, Kemenlu, dan PUPR," katanya. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag