Antrean Ketapang-Gilimanuk 17 Km, Dermaga Jadi Kendala
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio diwacanakan diajukan menjadi calon menteri. Pakar ilmu politik Universitas Indonesia Cecep Hidayat mengatakan bahwa jika ditunjuk menjadi menteri kabinet 2024-2029, maka harus bisa menerjemahkan visi presiden.
“Kalaupun dia benar-benar ditunjuk [menjadi menteri], dia harus bisa menerjemahkan visi presiden terkait dengan bidang yang akan digelutinya,” kata Cecep, Selasa (7/5/2024).
Sementara itu, ia mengatakan bahwa sosok Eko Patrio telah berpengalaman sebagai legislator DPR RI, sehingga wajar saja bila PAN mengusulkan namanya.
“Ya kita mungkin sudah tahu pengalaman dia dari 2009 sampai 2024, itu kan berarti ada 15 tahun Eko menjadi anggota dewan. Tentu kan yang dilihat sekarang apa prestasi Eko Patrio selama 15 tahun ini,” ujar Direktur Eksekutif Indonesian Strategic Research (ISR) itu.
Selain itu, ia mengatakan bahwa wajar PAN dapat mengusulkan usulan nama calon menteri karena menjadi salah satu partai yang sejak awal mendukung Prabowo-Gibran selama Pilpres 2024.
Walaupun demikian, ia mengaku belum dapat memperkirakan pos menteri yang cocok untuk ditempati oleh legislator PAN tersebut.
“Saya enggak begitu mengikuti ketika sepanjang 15 tahun ini apa saja prestasi seorang Eko Patrio. Bidangnya, bidang apa, mungkin di bidang budaya, ya? Akan tetapi, posisi apa yang cocok kalau memang benar, ya, akan ditunjuk oleh Prabowo,” jelasnya.
BACA JUGA: Santap Hidangan Hajatan, Puluhan Warga di Sleman Keracunan
Adapun ia mengharapkan Prabowo dapat memilih menteri dari kalangan profesional yang sesuai dengan bidang yang ditempatkan kelak.
“Jadi, karakteristik profesional teknokrat juga penting untuk membuat pemerintahan ini bisa berjalan, melanjutkan membangun yang telah dilakukan oleh pemerintah sebelumnya,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan nama Eko Patrio menjadi salah satu nama calon menteri dari partainya. Selain itu, ia mengatakan bahwa Eko juga menjadi salah satu nama yang diusulkan untuk maju dalam Pilgub Jakarta 2024.
"Jakarta ada Zita [Zita Anjani], ada Pasha [Pasha Ungu], ada Eko [Eko Patrio], tetapi kan Eko calon menteri, ya," kata Zulhas kepada wartawan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (5/5/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.