Advertisement
Iran Serang Israel, Korea Selatan Keluarkan Peringatan Perjalanan
Foto Ilustrasi Bendera Iran. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, SEOUL—Peringatan khusus perjalanan ke beberapa wilayah di Iran dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Senin (15/6/2024).  Peringatan ini menjadi respons atas meningkatnya keteganan di Timur Tengah setelah Iran menyerang Israel.
Kemlu Korsel mempertahankan peringatan level 3 bagi wilayah perbatasan Turki-Irak, provinsi Sistan dan Baluchestan, serta provinsi Khuzestan, Bushehr dan Hormozgan di sepanjang Teluk Persia.
Advertisement
Dengan peringatan khusus itu, warga Korsel diimbau untuk membatalkan atau menunda perjalanan mereka ke Iran dan bagi warga yang tinggal di sana untuk mengungsi ke negara lain yang aman, kecuali untuk urusan mendesak.
BACA JUGA: Selama Libur Lebaran 2024, 750 Ribu Kendaraan Keluar Masuk Kabupaten Bantul
Peringatan khusus dikeluarkan oleh pemerintah Korsel jika terjadi risiko keamanan darurat bagi para pelancong dan dapat diberlakukan hingga 90 hari.
Kemlu Korsel mengatakan akan terus mencermati situasi di Iran dan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan ekstra jika diperlukan.
Korsel sebelumnya menaikkan peringatan tersebut ke level 3 untuk seluruh Israel, kecuali Jalur Gaza, di mana peringatan perjalanan Level 4 masih diberlakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
JJLS Gunungkidul Dipermulus, Akses Kelok 23 Dinormalisasi
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- BGN Tegaskan SDM Jadi Prioritas Utama
- RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga Lolos Pleno Baleg
- Remaja Tenggelam di Parangtritis Ditemukan Meninggal Dunia
- Menteri HAM Minta Hakim Transparan di Sidang Andre Yunus
- Prabowo Minta Kampus Terlibat dalam Proyek Giant Sea Wall
- KPK: Celah Proyek Pemerintah Terbuka Sejak Awal Perencanaan
- Gempa Mag 7,4 Jepang: Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
Advertisement
Advertisement







