Advertisement

Hujan Deras Rendam Permukiman Warga di Rangkasbitung

Newswire
Jum'at, 12 April 2024 - 17:27 WIB
Mediani Dyah Natalia
Hujan Deras Rendam Permukiman Warga di Rangkasbitung Anak-anak bermain di genangan air banjir di depan halaman Masjid Al Purqon Rangkasbitung seusai dilanda hujan deras disertai petir dan angin kencang selama satu jam.ANTARA - Mansur

Advertisement

Harianjogja.com, BANTEN—Hujan deras disertai angin kencang dan petir mengakibatkan permukiman warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten terendam banjir.

"Beruntung hujan deras disertai angin kencang dan petir hanya berlangsung satu jam mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 15.01 WIB," kata Nana (25) warga Kelurahan Muara Ciujung, Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Jumat (14/3/2024).

Advertisement

Genangan banjir yang melanda Kampung Pasir Kongsen Rangkasbitung akibat saluran air atau drainase tidak berjalan lancar.

Banjir setinggi 30-40 sentimeter itu kembali surut sekitar 30 menit, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Sebab, banyak anak -anak di sini bermain di genangan banjir dengan berenang dan bisa menyebabkan penyakit gatal-gatal serta gangguan kesehatan lainnya.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa membangun drainase yang representatif, sehingga tidak terjadi lagi genangan banjir jika hujan deras," katanya.

Baca Juga

Banjir Merendam Sejumlah Titik di Jogja saat Hujan Deras, Ternyata Ini Penyebabnya

BNPB Segera Tangani Dampak Banjir di Kota Semarang untuk Kurangi Risiko Lebih Besar

Banjir Sejak Jumat, Sejumlah Keluarga di Tranbadep Bengkulu Mengungsi

Budiman (60), warga Komdik Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengatakan hujan deras disertai angin kencang dan petir menimbulkan banjir di rumahnya dan halaman Masjid Al Furqon.

Namun, saat ini masyarakat setempat sudah kembali menempati rumah setelah hujan reda dan banjir surut. Sedangkan halaman masjid Al Furqon Rangkasbitung hingga kini masih tergenang banjir setinggi 40 sentimeter.

Ia mengaku banjir yang dialami warga di sini sudah hal biasa , karena fungsi drainase relatif kecil, sehingga debit air tidak mengalir lancar. "Kami berharap saluran air atau drainase agar diperbaiki, sehingga arus air berjalan lancar," kata Budi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan penyebab banjir yang melanda sejumlah pemukiman akibat buruknya saluran drainase dengan kondisi mampet yang mengakibatkan pergerakan arus air tidak berjalan lancar.

Namun, banjir tersebut cepat surut karena curah hujan deras tidak berlangsung lama. "Kami minta warga waspada banjir, karena sudah memasuki masa pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Pilkada Jogja, Ini Dia Nama-Nama yang Sudah Dijaring Partai Politik

Jogja
| Minggu, 19 Mei 2024, 20:17 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement