Advertisement
Banjir di Demak Mulai Surut tetapi Warga Belum Bisa Kembali ke Rumah
Sejumlah tim SAR gabungan mengirim logistik menggunakan perahu untuk warga korban banjir di Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). - Antara - Yusuf Nugroho
Advertisement
Harianjogja.com, DEMAK—Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, termasuk yang menggenangi Jalan Pantura Timur Kudus-Demak mulai surut per Kamis (21/3/2024). Namun warga belum dapat tinggal di rumah masing-masing.
"Genangan banjir di rumah memang masih ada, tetapi sejak Kamis (21/3/2024) sudah saya bersihkan secara bertahap, sehingga ketika benar-benar surut saat pulang bisa langsung ditempati," kata Sunarsih, salah satu warga terdampak banjir dari Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jumat (22/3/2024).
Advertisement
Untuk barang-barang berharga, kata dia, selamat karena sebelum banjir sudah disimpan di tempat yang tinggi dan aman dari genangan banjir.
Meskipun sudah surut, dia mengakui belum bisa pulang dari tempat pengungsian karena genangan banjir masih masuk ke dalam rumah. Beberapa warga Desa Ketanjung maupun Desa Karanganyar yang rumahnya terbebas dari genangan banjir mulai membersihkan rumahnya dari lumpur.
Baca Juga
Jokowi Sebut Penanganan banjir Demak dengan Menggeser Awan dan Menutup Tanggul
Demak-Kudus Masih Banjir, Pengeringan Ditargetkan Rampung Tiga Hari
Banjir Demak Belum Surut, Jumlah Pengungsi Ribuan Orang
Komandan Satgas Penanganan Banjir Demak Letkol Kavaleri Maryoto membenarkan saat ini banjir yang terjadi di berbagai daerah di Kabupaten Demak memang mulai surut, termasuk di Desa Ketanjung dan Karanganyar yang sangat terdampak akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol.
Meskipun demikian, kata dia, warga terdampak banjir masih banyak yang bertahan di tempat-tempat pengungsian, sebelum banjir benar-benar surut.
Untuk akses Jalan Pantura Timur Demak-Kudus, imbuh Maryoto yang juga Komandan Kodim 0716/Demak, belum bisa dibuka karena masih ada genangan banjir di Desa Kedung Banteng, sehingga belum aman dilalui kendaraan.
Meskipun belum dibuka untuk akses lalu lintas, namun banyak pengendara yang nekat melalui Jalan Pantura Timur Demak-Kudus. Padahal ketika mengetahui ada genangan di jalan yang cukup panjang, akhirnya kembali karena khawatir kendaraannya mogok.
Dampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga di 97 desa tersebar di 11 kecamatan. Sedangkan jumlah warga yang mengungsi ada 24.991 jiwa. Areal sawah terdampak mencapai 4.696 hektare dan tambak 529 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement







