Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Kereta api cepat Jakarta-Bandung Whoosh. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kereta cepat Jakarta-Bandung Wooosh bakal diperpanjang jalurnya hingga Surabaya. Tahap awal, perpanjangan jalur ini disambungkan dari Jakarta ke Jogja terlebih dulu, kemudian bersambung hingga Surabaya, Jawa Timur.
Dalam waktu dekat pemerintah akan segera melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk rencana perpanjangan jalur kereta cepat hingga ke daerah Surabaya, Jawa Timur.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menjelaskan kajian kelayakan untuk proyek kereta cepat Surabaya tengah memasuki fase persiapan. Dia menuturkan, pembahasan terkait studi kelayakan ini dilakukan oleh Kemenhub bersama dengan kementerian/lembaga terkait lainnya. Meski demikian, Adita enggan memerinci kapan studi kelayakan untuk proyek ini akan dimulai.
“Saat ini sedang kami siapkan studi kelayakannya, ini dilakukan bersama instansi-instansi lain,” kata Adita, Rabu (31/1/2024).
Adita melanjutkan, penentuan trase atau jalur yang akan dilewati oleh kereta cepat ini juga belum dilaksanakan. Dia mengatakan, kajian kelayakan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pemerintah menentukan lintasan jalur kereta cepat tersebut.
Adapun, dia juga mengkonfirmasi proses pembangunan kereta cepat hingga Surabaya ini akan dilakukan secara bertahap. “Betul akan [dibangun] bertahap, tetapi melalui jalur mana ini masih tergantung hasil kajian nantinya,” ujar Adita.
Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebutkan rencana perpanjangan proyek kereta cepat hingga ke daerah Surabaya masih terus dibahas.
BACA JUGA: Surat Pengunduran Diri Menteri, Mahfud MD: Saya Akan Sampaikan Langsung ke Presiden
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menuturkan pihaknya tengah membahas perpanjangan proyek kereta cepat dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan lainnya.
Dia mengatakan, untuk tahap awal perpanjangan kereta cepat, pemerintah rencananya akan membangun jalur hingga ke Jogja terlebih dahulu.
"Ada kemungkinan jalurnya dibangun sampai Jogja dulu. Kalau sampai Surabaya langsung mungkin masalahnya di waktu dan biaya," kata Dwiyana.
Adapun, Dwiyana enggan memperinci daerah mana saja yang akan dilintasi trase atau jalur kereta cepat Surabaya. Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tindakan para spekulan yang akan menaikkan harga tanah.
Dwiyana melanjutkan, KCIC akan memastikan studi yang dilakukan sebelum pengerjaan fisik proyek dimulai akan dilakukan dengan optimal. Hal tersebut mencakup penentuan jalur, studi kelayakan dan lainnya.
"Kami punya banyak pengalaman dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Harusnya hasilnya akan lebih baik untuk perpanjangan jalur ke Jogja dan Surabaya," ujarnya. (Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.