Advertisement
Pemilik Akun Medsos yang Ancam Tembak Anies Mengaku Motif Tindakannya Hanya Karena Ini
Calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2023). (JIBI - Bisnis/ Lukman Nur Hakim)\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemilik akun @rifanarianysah yang mengancam akan menembak calon presiden nomor 1, nies Baswedan mengaku hanya ikut-ikutan melakukan aksi tersebut.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan pemilik akun itu telah menyerahkan diri kepada pihaknya pada Sabtu (13/1/2024). Dalam pemeriksaan awal, Yusuf menyampaikan motif dari terduga pelaku berinisial RA itu hanya spontanitas atau mengikuti pelaku ancaman penembakan di Jember. "Sementara hasil pemeriksaan hanya spontanitas dan ikut-ikutan yang di Jember," kata Yusuf saat dihubungi, Selasa (16/1/2024).
Advertisement
Dia juga menegaskan bahwa kasus pengancaman ini tidak terafiliasi partai politik dan peserta pemilu manapun. "Tidak ada [terafiliasi parpol dan peserta pemilu]," tegasnya.
Baca Juga
Ancam Tembak Anies, Pelaku Bisa Dipidana 4 Tahun Penjara
Ancaman Penembakan Anies, Begini Prosedur Pengamanan Para Capres
Terduga Pengancam Penembak Anies di Kutai Timur Menyerahkan Diri
Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku ancam tembak lainnya, AWK (23) dengan akun Tiktok @Calonistri71600 telah ditangkap pada Sabtu (13/2/2024). AWK ditangkap oleh tim gabungan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim bersama Dittipidsiber Bareskrim Polri.
Pelaku ditangkap sekitar pukul 09.30 WIB di Jember, Jawa Timur. Dalam interogasi awal, Kadiv Humas Irjen Pol Sandi Nugroho menyebutkan bahwa AWK baru mengakui dirinya mencuit langsung dari akun @calonistri71600. Jenderal Polisi Bintang Dua itu juga menegaskan bahwa pelaku tidak terafiliasi baik dari parpol maupun salah satu paslon lainnya di Pemilu 2024. Di sisi lain, Sandi mengatakan AWK yang mengancam Anies Baswedan melalui akun Tiktok @Calonistri71600 bisa berpotensi melanggar Pasal 29 UU ITE.
"Yang sudah kami bisa telusuri lebih awal dan informasi dari penyidik ancaman yang dilakukan oleh pelaku tersebut bisa dikenakan dalam UU ITE Pasal 29, yaitu pengancaman melalui media," kata Sandi kepada wartawan, dikutip Minggu (14/1/2024).
Kemudian, sebagaimana diatur dalam Pasal 45B UU 19/2016, orang yang melanggar pasal 29 bakal dikenakan hukuman penjara selama empat tahun dengan denda paling maksimal sebesar Rp750 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement







