Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Wakil Presiden Maruf Amin. /Ist-Dokumentasi KIP-Setwapres
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mengaku heran dengan fenomena banjir arus gimmick politik yang lebih ditonjolkan oleh para kontestan di Pemilu 2024.
Ma'ruf Amin menilai bahwa sebaiknya para kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) serta kontestan lainnya yang berlaga di Pemilu 2024 bukan saling beradu gimmick, tetapi menghadirkan gagasan-gagasan segar.
Hal ini disampaikan Ma'ruf Amin saat ditanya wartawan usai menghadiri acara Mukernas MUI di Mercure Jakarta, Ancol yang disiarkan kanal YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia, Jumat (1/11/2023) malam. "Kita dan Presiden Jokowi juga sudah bilang bahwa Pemilu itu harus adu gagasan, bukan adu gimik. Jadi kalau yang ditonjolkan gimmick, saya kira itu tidak betul," katanya kepada wartawan.
BACA JUGA : Komisioner KID Diminta Aktif Sukseskan Pemilu Adil dan Transparan
Wapres Ke-13 RI itu pun menilai bahwa saat ini masyarakat kian paham bahwa untuk memilih calon pemimpin yang berkualitas adalah calon pemimpin yang mengemukakan gagasan cemerlang, bukan menampilkan mematik romansa pemikat perhatian. Oleh sebab itu, Ma'ruf Amin mendorong agar kandidat-kandidat yang berlaga di pesta demokrasi tahun mendatang dapat mengemukakan tawaran buah pikiran segar yang dibutuhkan Negara.
"Calon presiden justru harus menampilkan gagasannya bagaimana dia akan membawa bangsa ini lebih baik ke depan secara jelas, tentu dengan argumentasi-argumentasi," ucapnya.
Apalagi, kata Ma’ruf saat ini setiap kandidat capres-cawapres telah menjalani masa kampanye. Sehingga, masyarakat perlu disuguhi oleh gagasan, khususnya saat debat capres-cawapres berlangsung.
Menurutnya, masyarakat akan menilai gagasan para calon pemimpin Indonesia saat debat tersebut digelar. "Oleh karea itu, kita harapkan bahwa kampanye-kampanye itu isinya gagasan. Tentu akan lebih terlihat ketika ada debat nanti dari capres maupun cawapres," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.