Advertisement
Alihkan Dana Pendidikan dan BLT untuk Danai Makan Siang Gratis, Prabowo Dikritik
Tahu makanan sumber protein. / Ilustrasi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana calon presiden dan calon wakil presiden 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan merefocusing sejumlah anggaran pada pos APBN, untuk membiayai program makan siang dan susu gratis saat nanti terpilih.
Rencana refocusing anggaran termasuk di antaranya bantuan langsung tunai (BLT) yang selama ini diberikan bagi masyarakat tidak mampu pun mendapat kritik dari sejumlab pihak.
Advertisement
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Arjuna Putra Aldino menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap rencana paslon Prabowo-Gibran yang berencana melakukan refocusing dan merealokasi anggaran fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan demi menjalankan program makan siang dan minum susu gratis.
Arjuna menuturkan, program bantuan pendidikan, perlindungan sosial dan kesehatan seperti KIS, KIP, BPJS dan PKH telah memberi banyak manfaat bagi masyarakat kalangan bawah.
“Kalau untuk membiayai program makan siang dan minum susu gratis dengan refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Maka program seperti KIS, KIP, BPJS dan PKH bakal dihapus dong. Padahal itu sangat bermanfaat untuk wong cilik," ungkap Arjuna, Sabtu (2/12/2023).
BACA JUGA: Megaproyek Pembangunan IKN, Jokowi: Untuk Mengatasi Ketimpangan Ekonomi
Kritik juga disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti. Menurutnya masyarakat menginginkan bicara ide dan gagasan, bukan tentang makan dan minum susu gratis. "Ini jelas menurut saya harus dikritik, karena kampanye ini kita inginkan berbicara ide. Bukan berbicara tentang makan dan minum susu gratis," kata Ray saat diskusi Para Syndicate bertajuk Kampanye Pilpres, Politik Gemoy vs Politik Gagasan, Kamis (30/11/2023).
Ia juga meminta Bawaslu agar menindaklanjuti kegiatan tersebut. Menurutnya, jika itu merupakan bagian dari kampanye, maka berpotensi disebut sebagai praktik politik uang.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, pada Selasa (28/11/2023) mengatakan, sumber dana sebesar Rp400 triliun yang dibutuhkan untuk program makan siang dan susu gratis akan didapat dari pengalihan dana-dana pada pos APBN.
"Sumbernya ya dari refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Tergantung pada segmentasi orang bersangkutan," kata Nusron.
Nusron optimis, anggaran Rp400 triliun per tahun yang didapat dari realokasi beberapa pos anggaran, bisa mengcover 82,9 juta ibu dan anak yang bakal menerima manfaat makan siang dan susu gratis di Indonesia. Namun, target tersebut baru bisa dicapai pada 2029.
"Itu program dengan asumsi tercover 82,9 juta atau 100 persen itu baru bisa tercapai pada 2029," kata Nusron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Tubuh Sering Lelah Bisa Jadi Tanda Kurang Vitamin D
- Parkir Liar di Sirip Malioboro Picu Macet Parah saat Libur Lebaran
- Ferrari Tuduh Mercedes Gunakan Sayap Ilegal di Formula 1 2026
- Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
- Italia Terancam Absen Lagi, Play-Off Jadi Penentuan Nasib
- Momen Lebaran, Tingkat Hunian Hotel Bantul Hanya 70 Persen
- Myanmar Bangkit, Tumbangkan Afghanistan 2-1 di Kualifikasi
Advertisement
Advertisement








