Advertisement

15 Napi Minum Miras Oplosan Hand Sanitizer, 2 Tewas

Newswire
Jum'at, 01 Desember 2023 - 22:32 WIB
Maya Herawati
15 Napi Minum Miras Oplosan Hand Sanitizer, 2 Tewas Suasana di Lapas Kelas II A Serang, Jumat (1/12/2023). Antara - Desi Purnama Sari

Advertisement

Harianjogja.com, SERANG—Sebanyak 15 orang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang eminum air bersoda yang dioplos dengan alkohol. Dua di antara mereka berinisial BY dan BP tewas.

Kepala Lapas Kelas II Serang, Fajar Nur Cahyono mengatakan, pada Senin, (27/11/2023) pukul 06.15 WIB anggota regu pengamanan yang bertugas malam mendapatkan informasi adanya narapidana yang sakit di kamar berinisial BY.

Advertisement

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas jaga mengambil langkah-langkah dengan mengeluarkan narapidana yang sakit untuk dipindahkan ke ruang perawatan klinik Lapas Kelas IIA Serang," katanya.

Pihaknya juga melakukan komunikasi dengan tenaga medis Lapas Kelas IIA Serang dan melihat kondisi BY yang tidak kunjung membaik.

Maka pada pukul 07.00 WIB, narapidana tersebut dirujuk ke RSUD Provinsi Banten atas rekomendasi dari Dokter Klinik Lapas Kelas IIA Serang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Dan pada pukul 11.14 WIB, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter RSUD Provinsi Banten setelah dilakukan tindakan sebelumnya oleh Dokter RSUD Provinsi Banten," katanya.

Ia juga menjelaskan, selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB, narapidana lainnya berinsial BP juga turut mengeluhkan sakit dan langsung mendapatkan perawatan di Klinik Lapas Kelas II Serang.

Dan pada pukul 13.33 WIB, yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Provinsi Banten atas rekomendasi dari Dokter Klinik Lapas Kelas IIA Serang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter RSUD Provinsi Banten pada pukul 15.10 WIB setelah dilakukan tindakan sebelumnya oleh Dokter RSUD Provinsi Banten," katanya.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang, Banten, menyebutkan sebanyak 15 narapidana (napi) yang kedapatan mengonsumsi oplosan minuman coca-cola yang dicampur alkohol hand sanitizer.

"Total kurang lebih 15 orang warga binaan kedapatan meminum itu (oplosan) yang ditemukan di kamar 8 dan 9," kata Kepala Lapas Kelas II A Serang Fajar Nur Cahyono di Serang, Jumat (1/12/2023).

Fajar mengatakan dari 15 narapidana yang mengonsumsi oplosan minuman coca-cola bercampur hand sanitizer berkadar alkohol 70 persen itu, tujuh orang di antaranya mengeluhkan sakit seperti mual dan pusing hingga dilarikan ke RSUD Banten pada Senin (27/11).

BACA JUGA: Wisata Bangkok, Menikmati Senja di Sungai Chao Phraya

Dua napi yang meninggal itu merupakan warga Banten, yakni tahanan narkotika berinisial BY dan BP.  BY menjalani hukum penjara 5,6 tahun dan BP tujuh tahun karena bersalah berdasarkan Pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009.

"BY sebenarnya sudah mengusulkan pembebasan bersyarat karena masa pidana yang sudah dijalani kurang lebih satu tahun sembilan bulan lagi. Begitu juga korban BP sudah mengusulkan pembebasan bersyarat dan sedang diproses," ujarnya.

Fajar mengatakan, untuk kondisi lima narapidana ini ada keluhan kembali terkait mata dan telah dibawa kembali RSUD Banten untuk dilakukan penanganan medis. Sedangkan delapan napi lainnya dalam kondisi baik.

"Yang lima orang kami bawa lagi ke rumah sakit, sedangkan yang tidak mengeluh sakit ada delapan orang kondisinya baik, dan kami tetap melakukan pelayanan maksimal dengan memberikan vitamin, bubur dan susu kepada mereka," katanya.

Fajar mengungkapkan barang hand sanitizer itu diperoleh dari seorang tahanan pendamping yang bertugas di Poliklinik setempat. Sementara minuman coca-cola didapatkan dari kantin Lapas tersebut

“Mereka ini mencuri-curi tanpa sepengetahuan petugas mengambil hand sanitaizer yang ada di tembok. Ada juga permintaan dari warga binaan di kamar A8 dan napi berinisial TB dengan alasan untuk membersihkan luka, dan sisa pemakaian itu kurang lebih setengah botol bahan beralkohol itu mereka campurkan dengan coca-cola untuk diminum," katanya.

Fajar menjelaskan kejadian seperti ini merupakan hal yang pertama, sehingga motif dari 15 narapidana yang menenggak minuman oplosan tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Forpi Ungkap Stok Beras Kosong di Sejumlah Toko Ritel di Jogja

Jogja
| Jum'at, 23 Februari 2024, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Rayakan Imlek, Solo Safari Sambut Pengunjung dengan Beragam Acara Seru

Wisata
| Senin, 12 Februari 2024, 17:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement