Stok Beras RI Tertinggi Sepanjang Sejarah, Pedagang Nakal Siap Disikat
Stok beras nasional tembus 5,3 juta ton. Pemerintah siap tindak tegas pedagang nakal yang memainkan harga dan distribusi.
Peta jalur gaza dan penguasaan Israel pada Oktober 2023 - ist/Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA—Militer Israel terus melakukan serangan rudal ke Jalur Gaza karena menduga rumah sakit-rumah sakit di kawasan tersebut sebagai markas milisi Palestina Hamas. Serangan juga ditujukan untuk rumah sakit Indonesia di Palestina.
Dokter sukarelawan di MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), Sarbini Abdul Murad yang sempat mengabdi di Palestina pada 2009 bersaksi tidak ada terowongan atau tempat persembunyian apa pun yang dibuat di RS Indonesia. Menurut dia, dari awal perencanaan, menggambar desain, sampai pengerjaan dan semua tukang dan konstruksinya semua dibuat oleh orang Indonesia. Meskipun bahan- ahan bangunannya dari Palestina.
"Kalau mau dirunut dari desainnya pun nggak ada kita buat terowongan. Ini israel cuma lagi buat narasi gimana caranya bisa menyerang rumah sakit, agar para warga keluar," katanya dalam Media Briefing IDI, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: PBB: Ada yang Salah Dalam Operasi Militer Israel di Jalur Gaza
Ada pula, kata dia, narasi yang beredar jika ada orang membawa bawa senjata senapan AK47 di rumah sakit tersebut. Padahal, yang tersedia hanya tongkat seperti pentungan satpam untuk menertibkan keramaian di sana.
Baca Juga: 4.600 Ibu Hamil di Gaza Butuh Layanan Medis
"Kondisi Gaza saat ini sangat jelek, sangat buruk dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Jadi Israel sudah tak pakai aturan perang. Enggak cuma rumah sakit Islam, bahkan rumah sakit Kristen dan gereja Kristen juga dihantam oleh mereka," ujarnya.
Baca Juga: Temukan Terowongan Hamas di Gaza, Israel Turunkan Robot dan Anjing Pelacak
Adapun, serangan rudal dari Israel menurutnya adalah bentuk teror Israel untuk mengusir orang-orang yang berlindung di rumah sakit, agar mereka segera keluar dari sana dan meninggalkan Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.