Advertisement
Diblokade & Diserang Sebulan, Gaza Butuh 500 Truk Bantuan Kemanusiaan Setiap Hari
Reaksi perempuan dan anak-anak Palestina setelah serangan Israel di Kota Gaza 15 Oktober 2023. (Reuters - Mutasem Murtaja)\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menurut Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) situasi di Gaza telah diblokade dan diserang oleh Israel selama sebulan sehingga mengalami sebuah bencana besar. Dalam sehari, Gaza membutuhkan 500 truk berisi bantuan kemanusiaan.
Menurut WHO, situasi di Gaza telah diblokade dan diserang oleh Israel selama sebulan, dan merupakan sebuah bencana besar. “Jalur Gaza membutuhkan 500 truk dengan muatan kemanusiaan setiap hari untuk meringankan penderitaan masyarakat,” katanya, dilansir TASS, Rabu (8/11/2023).
Advertisement
Pihaknya menekankan pihak berwenang di daerah tersebut menuduh Israel sengaja membuat penduduk Gaza kelaparan.
Baca Juga: Temukan Terowongan Hamas di Gaza, Israel Turunkan Robot dan Anjing Pelacak
Selain itu, saat ini kondisi penduduk di Jalur Gaza sangat menyedihkan karena mengalami kekurangan air minum, bahan bakar, dan obat-obatan yang parah. Sementara itu, berdasarkan catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebanyak 526 truk yang membawa bantuan kemanusiaan telah memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan meski ratusan truk berhasil memasuki Gaza, tetapi masih belum ada bahan bakar di antara muatan tersebut. “Hal ini menjadikan jumlah truk yang masuk ke Gaza melalui Rafah sejak 21 Oktober menjadi 526 truk dan menjadi pengingat bahwa hingga saat ini masih belum ada bahan bakar yang masuk ke Gaza melalui Rafah,” ujarnya.
Baca Juga: Jalur Gaza Lumpuh Akibat Serangan Israel
Lebih lanjut, dia mencatat bahwa pihak berwenang Mesir setuju untuk mengerahkan unit teknis PBB, yang akan bertindak dalam kapasitas kemanusiaan dan memberikan dukungan konsultasi kepada Bulan Sabit Merah Mesir. Seperti diketahui, situasi di Timur Tengah kembali menegang setelah serangan militan Hamas dari Jalur Gaza ke Israel pada 7 Oktober lalu. Ketegangan semakin memburuk dengan pembunuhan penduduk pemukiman Israel di dekat perbatasan dan penyanderaan lebih dari 200 orang, termasuk anak-anak, wanita dan orang lanjut usia. Hamas menganggap serangan itu sebagai respons atas tindakan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Temple Mount Yerusalem.
Baca Juga: UNWRA Sebut Gencatan Senjata di Jalur Gaza Menyangkut Hidup dan Mati
Israel membalas dengan menyatakan pengepungan total terhadap Jalur Gaza dan mulai melancarkan serangan terhadap wilayah tersebut serta sebagian wilayah Lebanon dan Suriah. Bentrokan juga terjadi di Tepi Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
Advertisement
Advertisement






